Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Ortu di Inggris Beri Uang Sogokan agar Anak Mau Diet Gawai

Selasa 13 Aug 2019 11:04 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Anak menggunakan ponselnya.

Anak menggunakan ponselnya.

Foto: Pixabay
Ironisnya, uang sogokan malah digunakan anak untuk bayar gim, film, dan streaming TV.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gempuran teknologi digital kian tak terbendung. Saat ini, mulai dari orang tua hingga anak kecil sudah terbiasa menggunakan gawai dalam kehidupan sehari-harinya, bahkan tak jarang dari mereka yang kecanduan gawai.

Mengacu pada survei Halifax, banyak orang tua di Eropa yang melepaskan anak dari jerat gawai dengan memberikan uang saku lebih. Survei ini melibatkan 500 orang tua yang tidak disebutkan detail usia dan pendidikan orang tua tersebut.

Dari hasil survei itu terungkap sebanyak 23 persen orang tua mengaku kerap "menyuap" anak mereka yang berusia delapan hingga 15 tahun dengan uang hanya untuk membuat anak-anak lekas tidur dan berhenti main gawai, berhenti main gim, atau nonton film. Ironisnya, tak sedikit dari anak-anak tersebut memanfaatkan uang ‘sogokan’ orang tuanya untuk membayar gim, film dan streaming TV.

Uang saku anak-anak di Eropa juga dilaporkan mengalami kenaikan dari 7,01 pound atau Rp 120 ribu per pekan menjadi 7,71 pound atau Rp 135 ribu per pekan.

Selain menjauhkan mereka dari gawai dan TV, 15 persen orang tua yang putus asa juga telah menggunakan uang saku sebagai cara agar anak menyelesaikan pekerjaan rumah mereka. Lalu, hampir 60 persen orang tua menggunakan uang agar anak mau melakukan tugas-tugas seperti merapikan kamar tidur, membersihkan. atau mencuci.

Surveo tersebut juga mengungkap ada sebanyak 30 persen orang tua yang kerap menahan pemberian uang saku, jika pekerjaan anaknya tidak sesuai dengan keinginan mereka. Ironisnya, 42 persen anak-anak dilaporkan menggunakan uang tersebut untuk membeli permen, 31 persen anak menggunakannya untuk bermain gim, dan 30 persen lainnya membeli mainan.

Meski demikian, lebih dari 90 persen orang tua yang disurvei selalu menasihati anak-anak mereka untuk menghemat uang. Menyikapi hal tersebut, Kepala tabungan di Halifax, Giles Martin menyarankan agar pada libur musim panas ini orang tua bisa menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka, keluar dan berkeliling, serta memberikan pelajaran kehidupan tentang nilai uang dan mengajarkan anak unntuk mendapatkan uang mereka sendiri.

“Bulan-bulan musim panas dapat menjadi hal yang bagus bagi anak-anak untuk melihat berapa banyak yang bisa mereka hasilkan atau hemat pada saat mereka kembali ke sekolah. Tentu itu menarik untuk melihat bagaimana orang tua mendidik anak untuk bijak dalam pengelolaan uang,” kata Martin, dilansir Metro, Selasa (13/8).

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA