Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Media Sosial Pengaruhi Kepercayaan Diri Remaja Pada Tubuhnya

Senin 12 Aug 2019 21:41 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Christiyaningsih

Media sosial (ilustrasi)

Media sosial (ilustrasi)

Foto: EPA
Gambar-gambar tubuh sempurna di medsos bisa menciptakan kecemasan bagi remaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa remaja tidak pernah mudah dihadapi. Bagi anak muda saat ini, media sosial (medsos) bisa memengaruhi rasa percaya diri. Gambar-gambar tubuh sempurna di medsos bisa menciptakan kecemasan dan rasa tidak aman bagi remaja. Bahkan hingga membuat mereka malu dengan tubuh sendiri.

Citra tubuh dan kecemasan dapat memicu perasaan menyakiti diri dan pikiran untuk bunuh diri pada remaja. Para ahli kemudian menyerukan penelitian ihwal kemungkinan adanya penurunan berat badan dan iklan operasi. Ahli juga menyerukan agar pihak media sosial bertindak untuk menghentikan orang muda merasa buruk tentang tubuh mereka.

Survei terhadap 1.118 remaja Inggris untuk Mental Health Foundation (MHF) mendapati 31 persen dari remaja berusia 13 hingga 19 tahun merasa malu dengan bentuk tubuh mereka. Sebanyak 35 persen berhenti makan atau makan berlebih.

“Survei kami menunjukkan bahwa jutaan anak muda di Inggris mengkhawatirkan citra tubuh mereka. Kekhawatiran tentang citra tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Dalam beberapa kasus, terkait dengan melukai diri sendiri dan pikiran, serta perasaan bunuh diri,” kata pimpinan program yayasan untuk keluarga, anak-anak, dan orang muda, Jane Caro.

Dikutip dari Mirror belum lama ini, sebanyak dua dari lima remaja mengatakan gambar di media sosial membuat mereka khawatir tentang tubuhnya. Satu dari tiga remaja khawatir tentang tubuhnya dalam kurun waktu sering atau setiap hari.

Sebanyak 37 persen merasa kesal dan malu tentang hal itu. Sedangkan 40 persen mengatakan komentar teman-teman membuat mereka khawatir tentang penampilan diri sendiri.

MHF menyebut paparan terhadap bentuk badan yang diidealkan di media dan media sosial, memberikan risiko yang signifikan terhadap masalah itu. Bahkan, menginternalisasi bahwa citra tubuh ideal tidak mungkin tercapai. Jumlah remaja, terutama perempuan, yang membutuhkan perawatan di rumah sakit setelah mencoba bunuh diri tumbuh dengan angka mengkhawatirkan selama 10 tahun terakhir.

Peneliti dari Young Minds, Emma Thomas, percaya remaja yang secara teratur melihat gambar-gambar yang disebut sebagai tubuh sempurna dapat memperburuk kecemasan yang dimiliki tentang bagaimana mereka harus terlihat. Direktur nasional untuk kesehatan mental di NHS England, Claire Murdoch, menginginkan perusahaan media sosial membayar retribusi untuk membantu mendanai perawatan kesehatan mental bagi anak di bawah usia 18 tahun.

“Kami tahu bahwa penampilan adalah salah satu hal yang paling penting bagi kaum muda,” kata dia. Murdoch memaparkan, temuan-temuan lembaganya tidak hanya mengungkapkan skala masalah. Akan tetapi juga dengan jelas apa yang harus disalahkan dari masalah remaja itu.

MHF menginginkan Otoritas Standar Periklanan untuk melakukan edukasi untuk bedah kosmetik dan penurunan berat badan yang dapat merusak pandangan seseorang tentang tubuh mereka. Sudah waktunya bagi industri untuk bertindak. Sekolah juga dapat membantu dengan mengajar remaja bahwa standar kecantikan yang tidak realistis itu tidak dapat dicapai oleh banyak orang.Umi

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA