Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Mengajak Anak Bereksperimen Kimia Sederhana

Jumat 09 Aug 2019 12:26 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

Anak-anak sekolah dasar mengikuti eksperimen kimia pada kegiatan Kid's Lab yang diinisiasi BSAF bekerja sama dengan Fakultas MIPA UI. BSAF Kids Lab mengajak anak-anak ntuk mengeksplorasi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Anak-anak sekolah dasar mengikuti eksperimen kimia pada kegiatan Kid's Lab yang diinisiasi BSAF bekerja sama dengan Fakultas MIPA UI. BSAF Kids Lab mengajak anak-anak ntuk mengeksplorasi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Foto: Republika/Gumanti Awaliyah
Mengenalkan pelajaran kimia secara menarik buat anak tidak takut belajar.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Mengisi akhir pekan bersama anak, tak mesti harus jalan-jalan atau pergi ke sebuah tempat wisata. Sesekali di akhir pekan, ayah dan bunda bisa mengajak si kecil melakukan eksperimen kimia sederhana di rumah.

Baca Juga

Menurut Presiden Direktur BASF Agus Ciputra, idealnya anak sudah dikenalkan terhadap sains sejak usia 6 tahun. Karenanya, orang tua harus turut berperan dalam mengenalkan dan membuat anak tertarik dan tidak takut belajar sains.

Ada 2 eksperimen kimia sederhana yang bisa dipraktikkan di rumah, berikut ulasannya.

Red Cabbage Indicator

Eksperimen ini bertujuan untuk mengenalkan zat kimia alami yang ada dalam kubis merah. Pigmen alami memberikan warna bagi buah dan sayuran. Anak-anak akan belajar mengenai anthocyanin, pigmen tanaman yang terdapat pada kubis merah.

Alat yang perlu di sediakan antara lain: 1 teko sedang untuk menampung larutan kubis merah, 4 gelas bening, sediakan air soda kue, cuka, air deterjen, air putih dan satu buah sendok.

Adapun langkah-langkah dalam melakukan eksperimen sederhana ini, pertama yaitu tuang larutan kubis merah ke dalam lima gelas bening sampai semuanya mencapai volume yang sama. Kedua, tambahkan 10 hingga 15 tetes air putih, soda kue, cuka, dan deterjen pada masing-masing gelas. Terakhir, aduk secara perlahan kemudian amati perubahan warna setiap gelas.

Pada akhir eksperimen, larutan kubis merah akan berubah warna setelah ditambahkan soda kue, cuka dan deterjen. Mudah bukan?

Eksperimen Where is the Vitamin C?

Anak-anak akan membandingkan kandungan vitamin C dalam air jeruk kemasan dan perasan buah jeruk asli. Tujuannya untuk mengetahui kandungan vitamin C yang ada dalam kedua minuman tersebut.

Alat yang perlu disediakan antara lain: dua gelas bening, air putih, air jeruk kemasan, perasan buah jeruk asli, sendok, dan zat iodine seperti Betadine misalnya.

Adapun langkah-langkah dalam melakukan eksperimen sederhana ini, pertama yaitu tuangkan air putih ke dalam dua gelas yang telah disediakan. Langkah kedua, masukkan 6 sampai 8 tetes iodine ke dalam kedua gelas tersebut. Ketiga, aduk hingga tercampur dengan merata.

Kemudian keempat, tambahkan perasan buah jeruk asli ke dalam gelas pertama dan tambahkan air jeruk kemasan ke dalam gelas kedua. Lalu perhatikan berapa tetes yang diperlukan kedua gelas hingga larutan menjadi tidak berwarna?

Air dengan kandungan vitamin C lebih banyak akan lebih mudah membuat larutan iodine berubah menjadi tidak berwarna.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA