Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Apa yang Membedakan Kanker Otak dengan Tumor Otak?

Selasa 06 Aug 2019 18:30 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Kyla Nagel yang didiagnosis menderita kanker otak yang agresif, berdiri di sebelah hasil pemindaian otaknya.

Kyla Nagel yang didiagnosis menderita kanker otak yang agresif, berdiri di sebelah hasil pemindaian otaknya.

Foto: AP
Penyakit kanker otak berbeda dengan tumor otak.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Penyakit kanker otak tidak sama dengan tumor otak. Perbedaan tersebut dapat dilihat berdasarkan proses secara klinis dan juga mikroskopis.

Baca Juga

"Semua tumor yang tumbuh di otak, baik secara klinis dan mikroskopis, kalau klinis biasanya memberikan efek klinis yang menyebabkan kelumpuhan, muntah - muntah dalam waktu lama, tapi kalau mikroskopis yang dilihat dari mikroskop sifatnya ganas dan bisa menyebar keseluruh tubuh," kata dokter spesialis saraf RSUD Wangaya, dr I Ketut Sumada SpS, di Denpasar, Bali, Selasa.

Sumada menjelaskan bahwa tumor daging tumbuh yang tidak ganas dan tidak cepat menyebar. Tumor dapat tumbuh di semua jaringan tubuh, termasuk kulit maupun organ dalam.

Sementara itu, tumor akan disebut sebagai kanker jika daging itu tumbuh dengan tingkat penyebaran yang cepat setiap harinya. Sel kanker akan menyebar ke organ lainnya melalui pembuluh darah.

Sumada mengungkapkan, tumor dan kanker juga bisa dibedakan dari rentang waktu tumbuhnya. Tumor tumbuh perlahan selama setahun hingga dua tahun dan akan tetap ukurannya. Sedangkan kanker akan terus tumbuh dalam hitungan bulan dan menjadi ganas karena menyebar ke seluruh tubuh.

Menurut Sumada, harapan kesembuhan yang sempurna akan lebih besar jika tumor ganas alias kanker ditemukan sejak stadium dini atau stadium 1. Sebaliknya, ketika sudah stadium 3 atau di atas itu, hampir pasti sel ganas sudah menyebar di organ lain.

"Walaupun dioperasi nanti tetap tumbuh juga. Untuk stadium ke atas, operasi itu untuk penyelamatan, bukan penyembuhan, pasien tetap bisa bertahan tapi tumbuh lagi," kata Sumada.

Untuk kasus tumor otak, Sumada menjelaskan, lokasi asal penyebaran primer maupun sekunder harus ditemukan. Ia mengatakan, penyebaran primer ialah penyebaran yang tumbuh secara murni di bagian otak dan tidak ditemukan di bagian lain.

Penyebaran sekunder ialah penyebaran dari organ tubuh lain ke otak. Menurut Sumada, pendeteksian lokasi tumor otak bisa dilakukan dengan CT Scan dan MRI (Magnetic Resonance Imaging).

"Nggak semua berawal dari tumor lalu jadi kanker. Kalau tumor itu kan benjolan yang jinak, sedangkan benjolan yang ganas disebut kanker, tapi tumor yang mengarah ke kanker bisa terjadi, tapi tidak semua ganas," jelasnya.

Menurut dia, untuk dapat mengetahui jenis kanker dengan tingkat stadiumnya, biopsi wajib dilakukan. Biopsi merupakan tindakan pengambilan jaringan sebagai bahan laboratorium untuk diperiksa.

"Jadi dengan dibiopsi, sampel tumornya diambil lalu dicek melalui mikroskop jadi masuk jenis apa, bisa dilihat dari tempat tumbuhnya, tapi yang pasti harus diambil dan dilihat lewat mikroskop itu," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA