Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Pastikan Ini Saat Memilih Tempat Penitipan Anak

Selasa 06 Aug 2019 09:24 WIB

Red: Indira Rezkisari

Anak di ruang istirahat di tempat penitipan anak Roots Learning Center di Jalan Brawijaya, Jaksel.

Anak di ruang istirahat di tempat penitipan anak Roots Learning Center di Jalan Brawijaya, Jaksel.

Foto: ist
Rasio antara pengasuh dan anak di tempat penitipan anak harus seimbang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Membesarkan anak bukan urusan mudah. Terlebih ketika orang tua tidak memiliki sokongan yang dibutuhkan untuk membesarkan anak.

Baca Juga

Salah satu kesulitan orang tua modern adalah mencari pengasuh anak ketika harus bekerja. Yasmina Hasni, pemilik tempat penitipan anak Roots Learning Center di Jalan Brawijaya Jaksel, mengatakan salah satu faktor terpenting dari pemilihan tempat penitipan anak adalah pantauan tumbuh kembang anak.

"Orang tua membesarkan anak punya patokan tumbuh kembangnya," kata Yasmina. Jangan sampai capaian tumbuh kembang anak justru tidak diasah di tempat penitipan anak. Padahal saat menitipkan, anak biasanya menghabiskan sebagian besar waktunya di sana bukan bersama orang tuanya.

Faktor capaian motorik halus dan kasar, kemandirian, bahasa, aspek kognitif, dan lainnya harus ditanyakan orang tua saat mencari tempat penitipan anak. Pastikan tempat penitipan anak memonitor aspek tumbuh kembang dan memberikan laporannya secara berkala.

Faktor kedua yang harus dipastikan ada kata Yasmina adalah laporan kegiatan harian. Termasuk pemberian makanan bergizi ke anak. Dalam urusan makanan tanyakan juga apakah makanannya dibuat rumahan dengan memperhatikan komposisi gizi dan tekstur sesuai usia.

Setelah itu perhatikan rasio pengasuh dengan anak. "Juklak pemerintah tentang Tempat Penitipan Anak menyebut satu pengasuh memegang delapan anak," katanya.

Yasmina memiliki pengalaman pribadi saat menitipkan anaknya dulu. Katanya rasio yang seimbang antara pengasuh dan anak dibutuhkan.

"Dulu pernah anak saya pulang dijemput daycare malah menangis karena tempatnya terlalu penuh," katanya. Ketika rasio tidak seimbang, perhatian pengasuh ke anak juga sulit dibagi secara ideal.

Faktor lain adalah akses secara daring ke tempat penitipan anak. "Biasanya itu yang jadi pertanyaan pertama orang tua, mereka bisa lihat tidak melalui CCTV," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA