Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Petualang Alam Bebas Harus Siap Tanggap Darurat

Selasa 30 Jul 2019 17:35 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Kepala Subdirektorat Pengelolaan Potensi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Anggit Mulyo Satoto.

Kepala Subdirektorat Pengelolaan Potensi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Anggit Mulyo Satoto.

Foto: Republika/Fakhtar Khairan Lubis.
Penggiat petualangan alam bebas dinilai wajib miliki keterampilan di situasi darurat.

REPUBLIKA.CO.ID, CISARUA -- Kegiatan petualangan alam bebas, seperti mendaki gunung, di Indonesia kian menjamur. Dari sisi pariwisata tren itu terbilang positif. Namun, di sisi lain, masih banyak penggiat alam, terutama pemula, yang belum memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai.

Salah satunya keterampilan emergency response, yakni respons yang butuh dikuasai saat menghadapi kondisi kedaruratan atau tanggap darurat.

"Emergency response adalah respons dari diri sendiri, dari tim, ketika menghadapi sesuatu yang kedaruratan, atau hal darurat, atau emergency,"  kata Kepala Subdirektorat Pengelolaan Potensi Pencarian dan Pertolongan basarnas Anggit Mulyo Satoto kepada Republika.co.id di adventure camp 2019 , Cisarua, Bogor, Sabtu (27/7) lalu.

Kedaruratan, menurutnya, bisa dialami perorangan, tim, dan lingkungan. Seringkali terjadi tanpa bisa diprediksi. Dan saat itu terjadi, penggiat alam harus paham bagaimana menempatkan diri dan bersikap, baik sebagai pelaku (objeknya), atau menjadi penolong (subjek) dari kegiatan emergency tersebut

"Kami pikir semua penggiat petualangan alam bebas itu wajib membekali diri dengan keterampilan keterampilan yang memungkinkan untuk mengantisipasi apabila ada hal-hal di luar kemampuan kita, menimpa kita, sehingga kita sudah siap," ujar dia. 

photo
Pembekalan keterampilan Emergency Responses dari Basarnas di Adventure Camp 2019.

Bicara soal penggiat alam bebas pemula, menurut Anggit setidaknya ada tiga dasar kompetensi utama yang minimal harus dimiliki. Tiga keterampilan ini penting dikuasai. Berikut pemaparan singkatnya:

1. Navigasi
Anggit menekankan kalau navigasi merupakan salah satu keterampilan yang jangan sampai disepelekan dan butuh dikuasai. Karena saat bertualang di alam bebas, misalnya di gunung atau di hutan, tidak ada jalanan layaknya di kota atau perkampungan. Koordinat menjadi hal terpenting.

Ia pun menekankan penggiat alam bebas menguasai cara bernavigasi secara manual dan konvensional. Memang, banyak peralatan digital atau GPS (global positioning system) yang sangat membantu navigasi, namun ketika GPS itu mengalami kendala sinyal itu akan menjadi masalah.

"Makanya kami tekankan pada para pegiat, hayu kita lakukan cara lama dulu, manual, menggunakan peta, menggunakan kompas, itu tetap penting," ujar dia.

"Jangan menganggap hal yang kecil kaya gini itu menjadi, ah sepele, justru itulah yang menjadi masalah. Ketika kita menganggap hal sepele, itu suatu saat, tanpa kita bermaksud mendoakan, tapi itu justru menjadi masalah, menyepelekan hal-hal yang kecil," ujar dia.

2. Survival
Keterampilan yang juga butuh dimiliki penggiat alam adalah survival atau mempertahankan hidup di alam bebas. Menurut Anggit, penggiat harus mampu memperhitungkan kemampuan dan merencanakan perjalanan.

Selain itu penggiat harus tahu juga apa yang harus dilakukan jika sudah darurat. Seperti keterampilan mengenali tempat mereka berada dan apa yang bisa dimanfaatkan agar bisa survive, bisa hidup. "Jadi kemampuan itu harus kita kenali," ujar Anggit.

3. Medical First Responder
Keterampilan lainnya adalah medical first responder, pemberian pertolongan yang sifatnya penanangan medis dasar. Penggiat pemula setidaknya memiliki keterampilan dasar ini, kata Anggit.

"Misalnya ya penanganan orang yang jatuh, ia mengalami fraktur lengan atas lengan bawah, kemudian ada yang pendarahan terbuka tertutup, ada yang tersedak, ada yang gagal jantung dan sebagainya, minimal kita tahu, hal-hal darurat apa yang bisa kita lakukan," ujar Anggit. 

Selain itu penggiat juga butuh tahu sampai ke pemindahan korban dari titik satu ke titik yang lain dengan cara aman sehingga yang bersangkutan tidak tambah parah.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA