Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Tak Merasa Segar Setelah Bangun Tidur? Coba Trik ini

Selasa 30 Jul 2019 17:18 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Pria tidur. Ilustrasi

Pria tidur. Ilustrasi

Foto: Amazon
Pola tidur yang kurang baik bisa menyebabkan rasa tidak segar saat bangun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umumnya orang tidur dengan tujuan untuk menghilangkan rasa lelah dan agar merasa kembali segar setelah bangun. Akan tetapi ada orang-orang yang tetap merasa lelah setelah bangun tidur. Apa penyebabnya?

Baca Juga

Rasa tidak segar setelah bangun tidur dapat disebabkan oleh pengaturan pola tidur yang kurang baik. Kuantitas tidur menjadi salah satu yang perlu diperhatikan dalam pengaturan pola tidur.

Namun ada hal lain yang ternyata jauh lebih berperan dari sekedar kuantitas tidur yaitu kualitas dan jam tidur. Beberapa ahli mengatakan waktu yang paling ideal untuk tidur adalah pukul 22.00 hingga 06.00. Rentang waktu ini menjadi waktu yang sempurna untuk tidur karena sejalan dengan jam biologis tubuh.

Selain itu, seseorang juga dapat merasa lelah di pagi hari jika ia kerap terbangun di malam hari saat tidur. Tak peduli berapa lama waktu yang ia habiskan saat tidur malam, ia akan tetap merasa lelah jika sering terbangun di malam hari.

Rasa segar di pagi hari baru bisa diperoleh ketika seseorang mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kualitas tidur yang baik baru akan tercipta jika seseorang memenuhi lima sampai enam siklus tidur yang masing-masing siklusnya berdurasi 90 menit.

Rasa segar akan terasa di pagi hari jika seseorang dapat menjalani lima sampai enam siklus tidur di malam hari tanpa terganggu. Dilansir Medical Daily, pengaturan pola tidur di malam hari juga bisa diperbaiki dengan menggunakan kalkulator tidur.

Kuis daring What Time Should I Go To Bed juga dapat menjadi masukan bagi orang-orang yang ingin memperbaiki pola tidur. Dengan pengaturan tidur yang baik, tubuh akan mendapatkan jam tidur yang selaras dengan jam biologis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA