Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Mengapa Kematian Hewan Peliharaan Bisa Traumatis?

Senin 29 Jul 2019 19:16 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Hewan peliharaan ternyata bisa meningkatkan kesehatan pemiliknya

Hewan peliharaan ternyata bisa meningkatkan kesehatan pemiliknya

Rasa kasih yang muncul antara manusia dan hewan bukan perasaan yang dangkal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan selebritas Joe Jonas dan Sophie Turner dirundung kedukaan mendalam karena baru saja kehilangan anjing peliharaan mereka, Waldo Picasso. Waldo Picasso mati setelah tertabrak oleh mobil yang melintas di New York City.

Insiden ini membuat Jonas dan Turner merasa sangat syok dan sedih sehingga membutuhkan pendampingan dari terapis. Mereka pun membutuhkan waktu hingga dua hari untuk bisa melaporkan insiden tersebut ke pihak berwajib.

Orang-orang yang memiliki hewan peliharaan tentu dapat merasakan kedukaan yang sama seperti Jonas dan Turner jika mengalami kejadian serupa. Namun bagi orang-orang yang tak memiliki hewan peliharaan, kesedihan mendalam yang dirasakan Jonas dan Turner mungkin tampak sepele dan terlalu berlebihan.

"Banyak orang yang menghibur dengan perkataan seperti 'itu hanya anjing', 'ayolah, lupakan itu', 'kamu bisa selalu mendapatkan pengganti yang baru'," ungkap Pet Loss Counselor Kaleel Sakakeeny seperti dilansir Men's Health.

Apapun bentuknya, lanjut Sakakeeny, kesedihan tetaplah sebuah kesedihan dan kehilangan tetaplah sebuah kehilangan. Hubungan yang terjalin antara manusia dan hewan bisa sama bernilainya dengan hubungan yang terjalin di antara sesama manusia.

Rasa kasih yang muncul antara manusia dan hewan juga bukan perasaan yang dangkal. Rasa kasih antara manusia dan hewan tidak lebih rendah dibandingkan rasa kasih antarsesama manusia.

"Sebuah miskonsepsi bahwa hubungan antara mansuia dan hewan tidak bisa memiliki nilai yang sama seperti hubungan antara manusia dan manusia," papar Sakakeeny.

Terlepas dari pandangan negatif sebagian orang, Sakekeeny menyarankan agar orang-orang yang merasakan kedukaan setelah ditinggal hewan peliharaan tidak menghindari perasaan tersebut. Pemilik hewan peliharaan perlu menghadapi perasaan duka tersebut agar nantinya bisa kembali melanjutkan hidup.

"Ketika sudah benar-benar siap, Anda bisa kembali membawa hewan lain ke rumah. Ada banyak hewan yang mencari rumah tinggal untuk selamanya," jelas Sakakeeny.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA