Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Persentase Penyakit tak Menular di Indonesia 70 Persen

Jumat 26 Jul 2019 15:34 WIB

Red: Ratna Puspita

Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Aru Sudoyo

Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Aru Sudoyo

Penyakit tidak menular itu di antaranya adalah diabetes, hipertensi, dan kanker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Aru Sudoyo mengatakan persentase penyakit tidak menular atau noncommunicable desease (NCD) di Indonesia saat ini sudah mencapai 70 persen. Kondisi itu lantaran adanya perubahan gaya hidup.

Baca Juga

"Jadi kita menghadapi satu masalah yang amat besar, yaitu meningkatnya penyakit tidak menular atau noncommunicable desease," katanya dalam Konferensi Pers Rumusan Rakornas 2019 YKI di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (26/7).

Penyakit tidak menular itu di antaranya adalah diabetes, hipertensi, dan kanker. Ia menyebutkan pada umumnya, dalam 20 tahun terakhir ada transisi atau perubahan gaya hidup yang jelas sekali terlihat di dalam masyarakat.

Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah gaya hidup tidak sehat seperti merokok, begadang, kurang berolahraga dan terlalu banyak makan seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Perubahan gaya hidup yang menjadi semakin tidak sehat itu meningkatkan jumlah penyakit tidak menular di Indonesia.

Sebelumnya, ia menyebutkan persentase penyakit tidak menular di Indonesia hanya ada 37 persen dari semua jenis penyakit. Namun, saat ini persentasenya bertambah menjadi 70 persen.

Penyakit menahun seperti diabetes, kata Aru, justru lebih memudahkan munculnya penyakit kanker. Penderita penyakit tidak menular tersebut umumnya datang ke dokter saat sudah stadium lanjut, sehingga sulit untuk disembuhkan.

Banyaknya pasien penyakit yang datang setelah stadium lanjut juga membebani pemerintah karena memerlukan pengobatan dengan biaya cukup besar. Karena itu, YKI berupaya mengedukasi masyarakat sehingga mereka mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai tindak pencegahan.

Aru kembali menegaskan bahwa upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah perilaku gaya hidup menjadi lebih sehat, dengan banyak berolahraga, menghindari rokok dan mengonsumsi makanan dengan pola makan yang sehat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA