Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kepala YKI: Kanker di Indonesia Terus Meningkat

Jumat 26 Jul 2019 15:04 WIB

Red: Esthi Maharani

Lima gejala kanker paru-paru.

Lima gejala kanker paru-paru.

Foto: Republika.co.id
Peningkatan kanker terutama disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Aru Sudoyo mengatakan penyakit kanker di Indonesia terus meningkat.

"Tidak ada penurunan. Peningkatannya justru amat sangat," katanya dalam acara Konferensi Pers Rumusan Rakornas 2019 YKI di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (26/7).

Ia mengatakan peningkatan kasus tersebut terutama disebabkan oleh gaya hidup yang semakin tidak sehat. Kurang olahraga dan makan terlalu banyak seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat juga turut mendorong peningkatan penyakit kanker di Indonesia. Selain itu, faktor lain yang meningkatkan jumlah kanker di Indonesia adalah kondisi lingkungan yang terus menghasilkan bahan karsinogen.

Konferensi Pers Rumusan Rakornas 2019 YKI menyebutkan angka kejadian penyakit kanker di Indonesia sebanyak 136,2 per 100.000 penduduk dengan kejadian kanker tertinggi di Indonesia untuk laki-laki adalah kanker paru sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan kematian 10,9 per 100.000 penduduk. Selanjutnya diikuti kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk.

Sedangkan angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

Angka tertinggi kedua dari jenis kanker yang banyak diderita perempuan adalah kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Aru menyarankan agar masyarakat bisa melakukan pencegahan sebelum penyakit kanker terdeteksi pada stadium lebih lanjut.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat tentu dengan merubah perilaku atau gaya hidup yang lebih sehat, dengan banyak berolahraga, tidak merokok dan tidak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung karsinogen.

"Lagi-lagi upayakan bukan hanya deteksi dini tetapi promotif hidup yang sesehat mungkin," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA