Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Tepatkah Mengatasi Hipotermia dengan Skin to Skin?

Rabu 24 Jul 2019 14:44 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Terpapar udara dingin bisa menyebabkan hipotermia.

Terpapar udara dingin bisa menyebabkan hipotermia.

Foto: Pixabay
Hiportemia diatasi dengan menutupi badan agar udara dingin tidak kontak ke kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penanganan hipotermia oleh pendaki gunung dengan pendekatan skin to skin lewat cara bersetubuh menjadi kontroversi. Akademisi dan Praktisi Kesehatan, Prof Dr dr Ari F Syam, SpPD-KGEH menjelaskan hipotermia adalah suatu keadaan suhu tubuh turun drastis sampai 35 derajat celcius. Dalam keadaan normal suhu tubuh manusia 37 derajat celcius. Hipotermia adalah keadaan darurat yang harus segera diatasi.

Baca Juga

Hipotermia dicegah dengan menutupi badan agar udara dingin yang menyengat tidak langsung kontak dengan kulit. Gunakan jaket yang dapat menutupi seluruh tubuh, usahakan menggunakan pakaian berlapis hingga tutup kepala tambahan, kaus kaki tebal dan sarung tangan selama berada di luar di saat udara dingin menyengat.

Usahakan selalu untuk menggunakan pakaian yang kering dan bersih. Udara dingin yang menyengat dan langsung kontak dengan kulit akan menyebabkan kulit menjadi kering.

Oleskan juga krim ke kulit tangan dan telapak kaki agar kulit tidak mengering dan tidak menimbulkan luka. Bibir dan lubang hidung juga perlu diolesi krim tentunya krim yang diperuntukan untuk bibir dan hidung agar bibir tidak kering dan tidak menimbulkan luka. Mimisan atau keluar darah dari hidung sering terjadi pada masyarakat yang mengalami kekeringan pada lubang hidungnya.

Saran berikutnya dari Prof Ari adalah minum yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan yang akan memperburuk kesehatan akibat udara dingin tersebut. "Saat udara dingin kita cenderung tidak haus dan menghindari minum. Selain itu kita juga harus menghindari minuman yang mengandung kafein secara berlebihan seperti kopi atau minuman bersoda karena dengan mengonsumsi minuman tersebut akan memperberat dehidrasi dan tubuh menjadi tidak tahan terhadap dingin," tuturnya.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan pada orang yang sedang mengalami hipotermia. Pindahkan orang itu ke lokasi yang lebih hangat dan kering misal ke dalam tenda jika memungkinkan. Jika orang tersebut tidak dapat dipindahkan dari kedinginan, lindungi orang itu dari kedinginan dan angin sebanyak mungkin.

Gunakan selimut atau jaket tebal yang kering untuk menyelimuti seluruh tubuh orang tersebut kecuali wajah. Jika korban masih sadar, berikan minuman hangat dan bukan yang mengandung kafein yang bisa merangsang buang air kecil.

"Tehnik skin to skin memang bisa menjadi alternatif untuk membantu hipotermia pada orang sedang mengalami hipotermia," jelasnya.

Tehnik ini biasanya dilakukan untuk menghangatkan tubuh bayi baru lahir yang dilakukan oleh ibunya. Skin to skin dikenal juga sebagai teknik kanguru.

Pada orang dewasa tehnik skin to skin tentu bukan dengan cara bersetubuh. Karena pijatan atau guncangan tubuh atau aktivitas yang membuat kita berkeringat harus dihindari pada orang yang sedang mengalami hipotermia. "Melepaskan seluruh baju dan jaket pada udara luar yang masih dingin akan memperburuk turunnya suhu tubuh."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA