Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Pria Hampir Meninggal Terinfeksi Bakteri Pemakan Daging

Selasa 23 Jul 2019 09:55 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Indira Rezkisari

Infeksi bakteri serius dari bakteri pemakan daging bisa diidap seorang pria setelah berlibur di pantai.

Infeksi bakteri serius dari bakteri pemakan daging bisa diidap seorang pria setelah berlibur di pantai.

Foto: Flickr
Bakteri pemakan daging memasuki tubuh melalui celah di kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, ATLANTA — Seorang pria asal Atlanta, Amerika Serikat (AS) bernama Tony Meredith mengatakan dia hampir kehilangan nyawa setelah terinfeksi bakteri pemakan daging yang sangat langka. Menurutnya, ia tertular saat sedang berlibur di Florida.

Dilansir New York Post, Meredith pada awalnya mengalami gejala seperti flu sekitar lima hari setelah pulang dari perjalanan ke Colquit, bagian dari liburannya ke Panama City di Florida. Saat itu, seorang perawat menganggap bahwa ia mengalami infeksi ginjal.

Hingga kemudian, bagian kaki Meredith mulai menunjukkan warna ungu. Ia kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter di klinik Southeast Health dan diketahui bahwa apa yang terjadi kepadanya adalah necrotizing fasciitis, atau sebuah infeksi bakteri serius.

Menurut dokter, bakteri yang dikenal sebagai bakteri pemakan daging itu masuk melalui luka halus di bawah lutut Meredith saat berada di laut. Ia pun diberikan antibiotik untuk meredakan infeksi.

“Aku hampir kehilangan kakiku, bahkan hidupku. Siapapun yang pergi ke pantai harus berhati-hati sebelum menginjak pasir dan air,” ujar Meredith dilansir New York Post, Selasa (23/7).

Menurut Meredith, ia tidak pernah menyangka bakteri langka tersebut dapat hidup di tempat-tempat yang umum dikunjung orang. Sebelumnya, infeksi bakteri pemakan daging ini juga dilaporkan terjadi pada sejumlah warga AS dalam beberapa bulan terakhir.

Pertama adalah seorang pria asal Texas, Gary Evans (56). Namun, ia harus kehilangan nyawa akibat penyakit tersebut pada awal bulan ini. Kemudian ada Dave Bennett asal Memphis yang meninggal hanya dalam 48 jam setelah terinfeksi, ketika mengunjungi Destin, salah satu wisata pantai yang populer di Florida.

Kemudian warga AS lainnya Lynn Fleming juga meninggal setelah terinfeksi bakteri pemakan daging. Perempuan asal Florida itu tertular bakteri yang nampaknya masuk melalui kakinya saat berada di salah satu pantai di wilayah negara bagian tersebut pada Juni lalu.

Flesh-eating bacteria atau dikenal sebagai infeksi bakteri serius yang dapat menghancurkan jaringan di bawah kulit selama ini beberapa kali dilaporkan di sejumlah wilayah di AS. Biasanya, bakteri ini memasuki tubuh melalui celah di kulit, seperti adanya goresan halus dan orang tersebut dalam kondisi daya tahan tubuh yang lemah.

Orang yang terinfeksi bakteri flesh-eating dengan cepat mengalami gejala seperti kulit melepuh, demam, kelelahan, hingga nyeri yang parah. Sejumlah penanganan medis yang dilakukan untuk mengatasi infeksi adalah pemberian antibiotik. Namun, jika terlambat, pengangkatan jaringan mati atau bagian tubuh yang terinfeksi dibutuhkan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA