Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Nutrisi dan Stimulasi Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Senin 22 Jul 2019 17:33 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Mainan bisa menjadi objek untuk menstimulasi anak balita

Mainan bisa menjadi objek untuk menstimulasi anak balita

Foto: beachkids.co.uk
Tumbuh kembang anak perlu ditopang dengan nutrisi dan stimulasi yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap anak berhak mendapat dukungan nutrisi dan stimulasi tepat sedini mungkin agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal. Untuk itu, peran aktif orang tua dalam memenuhi nutrisi dan stimulasi penting bagi si kecil.

Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani mengatakan, pemenuhan nutrisi bisa direalisasikan dengan memberi gizi seimbang kepada buah hati. Itu penting diberikan agar anak bisa tumbuh dengan sehat dan kuat.

"Karena tubuh itu pondasi jadi kita harus bantu tumbuh kembang anak dengan memenuhi nutrisinya terlebih dahulu," kata Anna di Jakarta, Ahad (21/7).

Setelah nutrisi terpenuhi, ada banyak stimulasi yang harus diterapkan orang tua di rumah agar dapat mengembangkan potensi prestasi si Kecil. Stimulasi tumbuh kembang, antara lain membuat anak dapat stimulasi berpikir kreatif, supel, mandiri dan percaya diri.

Untuk stimulasi tumbuh kembang terbagi menjadi dua yaitu motorik kasar dan halus. Motorik kasar misalnya orang tua bisa mengajak anak berjalan, berlari, melompat dan memanjat. Adapun motorik halus bisa dilatih dengan mengajak anak membuat menara, bermain lilin malam dan lain sebagainya.

Kemudian stimulasi berpikir kreatif, bisa dilakukan dengan mengajak anak mengamati fenomena atau kejadian di sekitar, membacakan buku, dan mengajak anak ngobrol.

"Hal sederhana seperti ngobrol itu bisa melatih anak berpikir kritis. Selain itu anak juga bisa diajak membuat karya seni, mewarnai, dan melakukan hal yang berbeda-beda," jelas Anna.

Sementara stimulasi supel bisa dilakukan dengan mengajak anak berbincang face to face tanpa gangguan gawai, mengajak anak bermain dengan teman, dan menenangkan si kecil saat dia merasa takut. Untuk stimulasi mandiri, bisa dilakukan dengan melatih anak makan sendiri, pipis di toilet dan memakai atau melepas baju sendiri.

"Nah kalau stimulasi percaya diri harus dimulai dari bundanya. Bunda harus sensitif dan responsif, harus bisa menyiapkan ruangan ramah anak sehingga anak bisa bebas bergerak," kata Anna.

Dia menambahkan, dalam menstimulasi kepercayadirian anak orang tua juga tidak disarankan memuji kondisi fisik atau paras si kecil. Tapi orangtua harus memberi pujian atas prilaku baik yang dilakukan oleh buah hati.

"Misalnya anak sudah bisa melepas sepatu sendiri, kita harus beri pujian. Jangan memuji anak karena cantik atau ganteng saja misal, tapi pujilah perilaku baik anak," ungkap Anna.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA