Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Tiga Rahasia Panjang Umur Orang Jepang

Senin 22 Jul 2019 11:35 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Lansia Jepang

Lansia Jepang

Warga Okinawa di Jepang terkenal dengan umurnya yang panjang

REPUBLIKA.CO.ID, OKINAWA -- Warga Okinawa di Jepang terkenal dengan umurnya yang panjang. Ada cukup banyak centenarians atau orang yang mencapai umur 100 tahun yang tinggal di pulau tersebut.

Sebanyak dua per tiga dari warga Okinawa juga dapat menjalankan fungsinya secara mandiri pada usia 97 tahun. Apa rahasianya? Sanjay Gupta, seorang dokter yang singgah di Okinawa mencermati gaya hidup para lansia di pulau tersebut.

Gupta mengungkapkan setidaknya ada tiga rahasia yang membuat warga Okinawa bisa mencapai usia yang sangat panjang. Berikut ini adalah ketiga rahasia tersebut seperti dilansir CNN.

1. Ikigai

Salah satu rahasia umur panjang warga Okinawa adalah ikigai. Secara harfiah, ikigai merupakan penggabungan dua kata yaitu iki (kehidupan) dan kai (realisasi harapan dan ekspektasi).

Dalam budaya Okinawa, ikigai dianggap sebagai 'sebuah alasan baik untuk bangun di pagi hari'. Ikigai biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu sumber nilai dalam kehidupan seseorang atau sesuatu yang membuat hidup seseorang menjadi lebih berarti.

Ikigai tidak berkaitan dengan status finansial seseorang, namun lebih kepada mental dan spiritual. Ikigai sering kali bertumbuh seiring dengan bertambahnya usia seseorang. "Ini merupakan alasan mereka untuk hidup, sesuatu yang mendorong mereka untuk bangun di pagi hari," ujar Gupta.

2. Moai

Rahasia kedua dari umur panjang warga Okinawa adalah moai. Moai merupakan sebutanuntuk kelompok sosial informal di mana orang-orang di dalamnya memiliki ketertarikan yang sama dan saling memperhatikan satu sama lain.

3. Pengaturan Pola Makan

Hal lain yang diyakini berperan besar dalam umur panjang adalah pengaturan pola makan atau diet. Diet Okinawa sudah cukup terkenal karena manfaat kesehatannya.

Salah satu filosofi dalam diet Okinawa adalah hara hachi bu yang berarti berhenti makan ketika sudah merasa 80 persen kenyang. Dengan filosofi ini, jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh dapat berkurang secara cukup signifikan.

"Konsumsi kalori rata-rata untuk seorang laki-laki Amerika adalah 2.500 kalori per hari. Di Okinawa, jumlahnya mendekati 1.900 kalori," tukas Gupta.

Cara ini terbukti efektif untuk menghindari asupan kalori berlebih yang tidak dibutuhkan tubuh. Perut membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Akan tetapi, selama proses tersebut berlangsung, tak sedikit orang-orang yang tetap menyantap makanan dengan jumlah kalori cukup besar.

Diet Okinawa juga memperhatikan keseimbangan ragam makanan yang dikonsumsi. Gupta mengatakan makanan di Okinawa biasa disajikan dalam enam wadah.

Dengan penyajian ini, ragam makanan yang disajikan lebih bervariasi. Selain bervariasi, ukuran porsi yang disajikan juga lebih kecil sehingga dapat menghindari kecenderungan makan berlebih.

"Enam wadah ini berisi nasi, ubi, sajian melon pahit bernama goya, potongan ikan berukuran kecil, sayuran akar, dan satu porsi buah. Ada pula semangkuk kecil sup miso dan segelas teh hijau," terang Gupta.

Buku Okinawa Program karya Craig Willcox menyebut warga Okinawa umumnya mengonsumsi tujuh jenis buah dan sayur dan 18 jenis makanan dalam satu hari. Selain itu, diet Okinawa juga dapat menggunakan beragam jenis makanan dan rempah yang menyehatkan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA