Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Sabut Kelapa Mengandung Antibiotik Alternatif

Senin 22 Jul 2019 00:15 WIB

Red: Christiyaningsih

Pekerja mengupas sabut kelapa. Ilustrasi.

Pekerja mengupas sabut kelapa. Ilustrasi.

Foto: Jojon/Antara
Ekstrak sabut kelapa mengandung antibiotik alternatif untuk terapi infeksi bakteri

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Hasil penelitian tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menunjukkan temuan baru tentang ekstrak sabut kelapa. Ekstrak sabut kelapa mengandung antibiotik alternatif untuk terapi infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin.

Baca Juga

Staphylococcus aureus bisa menyebabkan infeksi yang mengakibatkan bakteremia, pneumonia, endokarditis (infeksi katup jantung), dan osteomielitis (infeksi tulang). "Infeksi akibat bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu penyebab utama angka kesakitan maupun kematian di negara berkembang," kata Bonaverrel Dominico, mahasiswa anggota tim peneliti Fakultas Kedokteran Undip, Ahad (21/7).

Dominico mengatakan infeksi akibat bakteri tersebut bisa diatasi dengan memberikan antibiotik betalaktam. "Ini bertujuan untuk menghambat sintesis dinding sel bakteri," katanya.

Namun, dia menjelaskan, kemampuan adaptasi luar biasa bakteri patogen tersebut telah menginduksi munculnya strain bakteri yang resisten terhadap berbagai macam antibiotik. "Salah satunya methicilin resistant Staphylococcus aureus (MRSA)," katanya.

Sabut kelapa mengandung zat antimikroba berupa tannin dan flavonoid. Dua kandungan tersebut mampu menghambat enzim-enzim yang berperan dalam sintesis DNA sehingga sel bakteri baru tidak dapat terbentuk.

Zat antimikroba tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri melalui pembentukan senyawa kompleks dengan protein seluler yang dapat merusak membran sel. Dominico meneliti kandung zat antimikroba dalam sabut kelapa bersama rekannya Fadzila Nur Aini dan Mardelia Nur Fatana. Ketiga mahasiswa itu berharap hasil penelitian mereka bisa menjadi sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA