Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Pakar: Kecanduan Gim Online Sama dengan Narkoba

Ahad 21 Jul 2019 06:38 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi Game Online

Ilustrasi Game Online

Foto: Foto : MgRol_94
Bermain gim online secara berlebihan dapat berujung pada gangguan psikis.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Kepala Pusat Layanan Psikologi Pradnyagama Retno IG Kusuma menjelaskan kecanduan gim online memiliki makna yang sama dengan kecanduan narkoba. Kecanduan gim online sering disebut sebagai Narkolema (Narkoba lewat mata).

"Ketika seseorang yang sudah kecanduan gim online bisa merujuk pada tindak kriminal, misalnya saja saat si pecandu ini memainkan sebuah permainan yang menuntut harus membeli senjata-senjata dan sebagainya, tapi si pecandu ini malah kekurangan uang, kemudian mulailah belajar dari berbagai macam yang ada di internet, bobol ATM, penipuan, nah jadi kecanduan ini sering disebut sebagai Narkolema," ujarnya yang dikonfirmasi melalui Whatsapp di Denpasar, Sabtu (20/7).

Selain itu, pada sisi psikologisnya terjadi masalah yang disebabkan karena terlalu sering terpapar gim online. Gim online dapat mempengaruhi otak secara psikis dan dapat menimbulkan respons yang dapat dikatakan tidak normal.

Menurutnya, kecanduan gim online dapat terjadi pada siapa pun, terutama bagi seseorang yang sedang mengalami depresi dan frustasi. Saat memilih bermain gim online, biasanya para pemain menemukan tantangan baru dan juga kepuasan berupa hormon endorfinnya meningkat sehingga mendorongnya untuk terus bermain.

Retno menambahkan kebiasaan bermain gim online secara terus-menerus dapat menyebabkan kesulitan mengontrol waktu bermain. Dapat dikatakan telah mengalami kecanduan, ketika aktivitas lain menjadi tidak penting dan lebih mengutamakan gim tersebut.

"Jadi kalau sudah yang namanya, hampir seharian main gim online, ini mesti diwaspadai, apalagi dilakukannya secara terus-menerus, karena akhirnya, akan membawa dampak yang negatif dikehidupan sosialnya, jadi jangan sampai kita yang diatur teknologi, tapi harusnya kita yang pintar mengelola teknologi itu," ujarnya.

Retno menjelaskan secara tidak sadar, saat bermain gim online, para pemain akan memberikan antensi lebih dan fokus dapat menyelesaikan permainan tersebut. Sehingga bayangan permainan secara visual terekam jelas di memori si pemain untuk terus mencoba dan menyelesaikan gimnya.

Bermain gim online secara berlebihan dapat berujung pada gangguan psikis seseorang hingga tumbuh kondisi yang emosional, yang dapat memicu tindakan agresif. "Biasanya bagi para pecandu Game Online ini, kita lakukan pendekatan tentang masalahnya dan juga diberikan obat secara rutin, hingga kondisinya kembali membaik," ujar Retno.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA