Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Di Nigeria, Susunan DNA Jadi Pertanyaan Saat Kencan

Sabtu 20 Jul 2019 16:09 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Christiyaningsih

Peneliti melakukan simulasi rekayasa genetika pada skema rantai DNA buatan. (ilustrasi)

Peneliti melakukan simulasi rekayasa genetika pada skema rantai DNA buatan. (ilustrasi)

Foto: GIZMODO
Di Nigeria topik tentang DNA rupanya menjadi pertanyaan saat kencan pertama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umumnya pertanyaan pada kencan pertama biasanya berkisar soal hobi, makanan, atau buku favorit. Tetapi di Nigeria, topik tentang DNA rupanya menjadi pertanyaan saat kencan pertama.

Baca Juga

Hal itu dipicu karena banyak orang Nigeria yang tidak ingin membuang waktu berkencan dengan seseorang yang membawa gen penyebab penyakit sel sabit (SCD). Kemungkinan kejadian ini sangat tinggi di Nigeria, yang memicu insiden penyakit seumur hidup tertinggi di dunia.

Spesialis komunikasi Damilola Ogunnupebi yang baru-baru ini menikah di Negara Bagian Ogun barat daya Nigeria juga melakukan hal yang sama. Menurut Ogunnupebi, yang terpenting dalam perjalanan kencannya adalah mencari pasangan dengan genotip yang tepat.

"Sebelum saya bertemu dengan pasangan saya saat ini, saya selalu mencari seseorang yang genotipnya cocok dengan saya. Semua teman kencan saya akan ditanya 'Apa genotip Anda?" kata Ogunnupebi dilansir CNN, Sabtu (20/7).

Genotie adalah serangkaian gen dalam DNA seseorang yang bertanggung jawab atas sifat tertentu. Genotipe dianggap penting dalam hubungan di Nigeria karena mereka menentukan siapa pembawa penyakit sel sabit.

SCD adalah kelainan darah herediter yang paling umum di dunia dan akan diwariskan pada anak mereka. Karenanya Ogunnupebi menekankan pentingnya pengujian genotip untuk menghindari melahirkan anak-anak dengan penyakit ini.

Sel sabit datang dengan komplikasi luar biasa menyakitkan yang dikenal sebagai 'krisis sel sabit' di mana pasien tiba-tiba merasa sakit parah di seluruh tubuhnya. Strok, kelumpuhan, dan borok kaki juga sering terjadi komplikasi.

Osayi Olotu, seorang wirausahawan sosial dari Nigeria yang berjuang melawan sel sabit, mengatakan episode rasa sakit yang menyertai penyakit itu sangat menyakitkan. Kadang-kadang bisa lepas kendali dengan sangat cepat.

"Tidak ada cara untuk menggambarkan rasa sakit itu. Sangat menyiksa, rasanya seperti tekanan pada tulang Anda. Seperti seseorang yang mencoba mematahkan semua tulang Anda pada saat yang sama," kata dia.

Dokter Zainab Jimoh-Johnson menjelaskan penyakit sel sabit yang juga disebut genotipe SS adalah bentuk anemia yang diwariskan. Seorang anak akan terlahir dengan kondisi ini, jika kedua orang tua membawa gen sel sabit yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Jimoh-Johnson mengatakan pembawa sifat disarankan untuk menikahi bukan pembawa yang memiliki genotip AA.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA