Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Alat Bantu Dengar Bantu Jaga Serangan Demensia

Sabtu 20 Jul 2019 00:15 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Alat bantu dengar.

Alat bantu dengar.

Foto: Pixabay
Gangguan pendengaran menjadi faktor risiko penting untuk demensia.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penelitian di Inggris baru-baru ini menemukan orang usia lanjut yang memakai alat bantu dengar mendapatkan manfaat lebih dari sekadar mengatasi masalah pendengaran. Alat tersebut tampaknya memiliki fungsi kognitif yang lebih baik seiring bertambahnya usia dibandingkan mereka yang tidak.

Baca Juga

Penelitian yang dilakukan oleh University of Exeter dan King's College London ini melibatkan lebih dari 25 ribu orang berusia lebih dari 50 tahun dengan beberapa di antaranya mengenakan alat bantu dengar. Semua peserta diminta untuk mengambil tes kognitif tahunan selama periode dua tahun.

Temuan yang dipresentasikan pada Alzheimer's Association International Conference di Los Angeles menunjukkan, peserta yang memakai alat bantu dengar memiliki kinerja lebih baik dalam tes ketimbang yang tidak menggunakan. Mereka mendapatkan tes untuk menilai memori penyimpanan sementara dan pengelolaan informasi di otak, serta aspek perhatian.

Contoh pada salah satu tes perhatian, peserta yang memakai alat bantu dengar menunjukkan waktu reaksi yang lebih cepat, yang dijelaskan oleh tim adalah refleksi dari konsentrasi. Konsentrasi sehari-hari ini termasuk melirik dengan cermat pada objek yang sangat menarik atau mendengarkan dengan cermat seseorang yang berbicara.

Temuan itu memberikan bukti awal memakai alat bantu dengar yang efektif dapat memiliki efek perlindungan terhadap demensia. Mereka juga mencatat, penelitian sebelumnya dari Lancet Commission on Dementia Prevention, Intervention and Care telah menunjukkan gangguan pendengaran tampaknya menjadi faktor risiko penting untuk demensia.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan gangguan pendengaran terkait dengan hilangnya fungsi otak, memori dan peningkatan risiko demensia. Pekerjaan kami adalah salah satu studi terbesar untuk melihat dampak dari memakai alat bantu dengar, dan menunjukkan memakai alat bantu dengar sebenarnya bisa melindungi otak," kata pemimpin penulis Dr Anne Corbett dari University of Exeter, dikutip dari Malay Mail, Jumat (19/7).

Profesor dari University of Exeter Medical School Clive Ballard menambahkan, banyak ahli sadar dapat mengurangi risiko demensia hingga sepertiga ketika semua mengambil tindakan sejak pertengahan umur. Dengan penelitian baru ini, membuat ahli semakin tahun sebenarnya bagian tubuh apa bekerja untuk menjaga otak tetap sehat.

"Ini adalah temuan awal dan perlu penyelidikan lebih lanjut, namun memiliki potensi yang menarik. Pesan di sini adalah bahwa jika Anda membutuhkan alat bantu dengar, temukan yang cocok untuk Anda. Paling tidak itu akan meningkatkan pendengaran Anda dan itu bisa membantu otak Anda tetap tajam," ujar Profesor Ballard.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA