Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Jonathan Christie Rintis Usaha Fesyen

Jumat 19 Jul 2019 19:31 WIB

Red: Christiyaningsih

Pebulu Tangkis Indonesia Jonathan Christie usai melawan pebulu tangkis Jepang Kenta Nishimoto pada babak semi final cabang olahraga bulu tangkis Asian Games 2018 kategori tunggal putra di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/8).

Pebulu Tangkis Indonesia Jonathan Christie usai melawan pebulu tangkis Jepang Kenta Nishimoto pada babak semi final cabang olahraga bulu tangkis Asian Games 2018 kategori tunggal putra di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/8).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Jonatan Christie merintis usaha fesyen sejak Januari 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pebulutangkis nasional, Jonatan Christie, merintis usaha fesyen. Usaha ini ia rintis sejak Januari 2019 sebagai 'jaring pengaman' karier di luar profesi atlet.

"Jonathan saat ini menjadi brand ambassador dari produk fesyen yang kami tawarkan. Dia juga ikut berinvestasi di perusahaan kami," kata rekan usaha Jonathan Christie, Ryan Bilardi, kepada Antara di booth merchandise Indonesia Open 2019, Jumat (19/7).

Jojo, begitu atlet ini karib disapa, adalah co-founder perusahaan pemegang merek dagang fesyen Satoe-Noesa. Perusahaan itu disebut Ryan menjadi ajang pembuktian bahwa Jojo tidak hanya terampil bermain bulu tangkis, namun juga berbakat menjadi pengusaha.

Merek ini aktif memasarkan produk t-shirt, hoodie, tote bag, cap, dan aksesoris di jejaring sosial sejak 13 Januari 2019. "Sejak Asian Games 2018, nama Jojo mulai dikenal masyarakat. Dia tidak mau hanya gantengnya saja. Jojo mau belajar jadi pengusaha," kata Ryan.

Jojo, kata dia, terbukti mendongkrak popularitas produknya di kalangan warganet. "Sepekan Jojo mem-blast gambar dia pakai t-shirt kita di Instagram, followers kita langsung naik dua ribu orang di @satoenoesa," kata Ryan.

Ryan yang juga desainer produk telah menghasilkan 20 varian produk. Produk-produk itu dibanderol dengan harga beragam mulai puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah.

"Kami mengusung tema I'm Indonesia namun dengan ciri tulisan berbahasa Inggris. Sebab kita ingin kaos ini sebagai identitas di manapun kita berada," katanya.

Salah satu desain yang dibuat Ryan memajang gambar biawak memanjat pagar yang belakangan viral di media sosial. Garis vektor yang tajam membentuk gambar menjadi salah satu ciri khas produk Satoe-Noesa.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA