Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Dokter Oz Ingatkan Bahaya Konsumsi Bubuk Protein Berlebihan

Jumat 19 Jul 2019 09:19 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Bubuk protein/ilustrasi

Bubuk protein/ilustrasi

Foto: Flickr
Tidak semua orang memiliki kemampuan mencerna protein dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Dokter Mehmet Oz mengungkapkan pandangannya tentang kematian mendadak dari seorang wanita Australia yang tengah diet protein. Bagi Oz ini bukan hal baru baginya.

Ada satu dari 10 ribu orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mencerna protein dengan baik. Kondisi ini berasal dari komplikasi dengan siklus urea, yang dapat disebabkan oleh jumlah protein yang berlebihan.

Pria kelahiran Cleveland Ohio ini menambahkan hal tersebut dapat memburuk dengan bertambahnya usia jika asupan protein seseorang meningkat secara signifikan.

“Secara historis, itu bukan masalah karena Anda tidak akan memiliki banyak protein dalam diet. Tetapi karena mode dan diet yang ada di luar sana, serta keinginan untuk menurunkan berat badan, mereka melakukannya secara berlebihan. Tampaknya wanita ini berlebihan dalam mengambil bubuk protein,” ujar Oz, seperti dilansir dari Fox News.

Ketika ditanya bagaimana mendeteksi kondisi ini, Oz menjelaskan tubuh akan menghasilkan amonia jika tidak dapat mencerna protein dengan baik. Proses ini dapat menyebabkan kelesuan dan mempengaruhi kondisi mental seseorang.

Sering kali, tutur Oz, seseorang tidak sadar menjadi sangat mengantuk dan kemudian pingsan. Jika ingin menambahkan bubuk protein untuk sarapan, ambilah sekitar 15 gram. Oz berharap seseorang memiliki 70 sampai 80 gram protein saja.

“Saya tidak ingin Anda memiliki ratusan gram protein, bukan itu yang seharusnya Anda lakukan,” katanya.

Meegan Hefford (25 tahun) ingin bugar setelah kelahiran anak pertamanya. Namun, itu menjadi obsesi yang tidak sehat setelah kelahiran anak kedua.

Hefford kemudian terlibat dalam kompetisi binaraga yang mengharuskannya untuk mempertahankan diet ketat yang dikemas dengan protein, sebelum dia meninggal dua tahun lalu. Ibu wanita tersebut, Michelle White memutuskan angkat bicara di depan publik untuk meningkatkan kesadaran dan memacu regulasi suplemen yang mengandung protein di Australia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA