Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Kemenkes Fokus Temukan Penderita HIV untuk Diobati

Kamis 18 Jul 2019 19:41 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Seorang warga melakukan cek VCT atau tes HIV/AIDS dalam rangka peringatan Hari Aids Sedunia yang diselenggarakan oleh Forum LSM Peduli AIDS di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Ahad (3/12).

Seorang warga melakukan cek VCT atau tes HIV/AIDS dalam rangka peringatan Hari Aids Sedunia yang diselenggarakan oleh Forum LSM Peduli AIDS di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Ahad (3/12).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Baru 118 ribu penderita HIV yang patuh minum obat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjamin penderita HIV mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Selain pengobatan, pemerintah mengupayakan penemuan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) agar mendapatkan pelayanan kesehatan.

Baca Juga

“HIV merupakan fenomena gunung es, yang ditemukan hanya sebagian, dasarnya lebih banyak. Kita harus menemukan penderita HIV, kami mendorong untuk menemukan penderita HIV untuk bisa diobati,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek di gedung Kemenkes, Jakarta, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (18/7).

Ia menjelaskan, HIV/AIDS ditularkan melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik yang sama, transfusi darah dan penularan ibu ke anak saat dalam kandungan. Penemuan penderita HIV/AIDS masih terus diupayakan pemerintah.

Saat ini baru 338 ribu orang sudah ditemukan sebagai penderita HIV. Sebanyak 118 ribu orang di antaranya patuh minum obat.

Penderita HIV/AIDS tidak akan normal sebagaimana orang bukan penderita, namun virusnya dapat ditekan dan tidak akan menulari orang lain jika patuh minum obat secara teratur. Karena itu pemerintah masih terus mencari penderita HIV untuk kemudian diberikan pengobatan secara teratur.

“Maka untuk pengobatannya seumur hidup. Kami sudah mendorong agar masyarakat, ibu-ibu hamil seharusnya diperiksa HIV-nya, kalau positif bisa diobati dan anak bisa terhindar dari HIV,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah menjamin ketersediaan ARV, lantas Menkes Nila meminta penderita HIV harus mematuhi aturan minum obat, jangan putus minum obat. Penyakit HIV ini bahayanya bagi ibu hamil, bila tidak ditekan dengan meminum obat ARV akan menular kepada anak dalam kandungan dan memperbanyak penderita HIV di Indonesia. Solusinya hanya dengan patuh minum obat ARV secara teratur.

“Obat untuk anak positif HIV tersedia. Kami menyediakannya dalam bentuk sirup dan larutan. Obat sudah ada,” kata Menkes.

Menkes Nila menekankan kepada masyarakat yang menduga dirinya terkena HIV untuk segara melakukan pengecekan HIV di fasilitas layanan kesehatan. Obat sudah disediakan pemerintah dan secara umum pemeriksaan HIV sudah dilakukan di 7 ribu Puskesmas di Seluruh wilayah Indonesia.

“Kalau kita menyadari ada HIV dalam diri kita, baiknya melakukan pemeriksaan. Tapi yang saya inginkan kesadaran sendiri untuk memeriksakan diri ke Fasyankes. Jangan menularkan ke yang lain,” ujarnya

Dalam mengatasi masalah HIV, Kemenkes juga merangkul komunitas ODHA. Menkes mengimbau kepada siapapun bahwa ODHA tidak usah dikucilkan, kalau ODHA sudah minum obat ARV secara teratur tidak akan menular sama sekali.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono menambahkan, upaya untuk mencegah masalah kesehatan reproduksi salah satu komponennya adalah calon pengantin dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan terutama HIV/AIDS.

“Penderita HIV mendapatkan perlakuan khusus. Yang penting begitu ketemu ibu hamil positif HIV langsung diberi obat agar virus HIV tidak menular pada anak. Setelah anaknya lahir langsung diperiksa, kalau anak tersebut positif HIV langsung diobati, tapi Kalau ibunya taat minum ARV tidak akan menular ke anaknya,” kata Anung.

Ia menambahkan, pencegahan HIV/AIDS sejak dini perlu dilakukan. Maka dari itu bagi siapa saja yang menduga dirinya tertular HIV untuk segera melakukan pengecekan HIV agar langsung diberi obat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA