Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Bayi dengan Tongue-Tie Mayoritas tak Membutuhkan Operasi

Kamis 18 Jul 2019 04:30 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Tongue-tie alias tali lidah pendek. Sebagian besar bayi yang dirujuk untuk operasi tali lidah karena alasan kesulitan menyusu sebenarnya tak memerlukan prosedur tersebut. (Ilustrasi)

Tongue-tie alias tali lidah pendek. Sebagian besar bayi yang dirujuk untuk operasi tali lidah karena alasan kesulitan menyusu sebenarnya tak memerlukan prosedur tersebut. (Ilustrasi)

Foto: pixabay
Bayi dengan tongue-tie kebanyakan tak membutuhkan operasi pengguntingan tali lidah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belakangan, semakin banyak profesional medis yang menyarankan operasi sederhana untuk membantu memperbaiki masalah menyusui terkait tongue-tie (tali lidah pendek) pada bayi. Jumlah pasien operasi pengguntingan tali lidah (frenotomi) meningkat dari sekitar 1.200 kasus pada tahun 1997 menjadi lebih dari 12.400 kasus pada tahun 2012, menurut sebuah penelitian.

Seperti dilansir USA Today, penelitian terkini mengungkap, prosedur frenotomi sudah terlalu jamak. Berdasarkan laporan dalam jurnal JAMA Otolaryngology - Head & Neck Surgery, sekitar 63 persen bayi yang dirujuk ke dokter spesialis ternyata tidak memerlukan operasi. 

Studi kecil yang melibatkan 115 bayi mayoritas berusia sekitar satu bulan mempertanyakan seberapa perlu frenotomi dilakukan. Penulis studi Dr Christopher Hartnick yang juga direktur Otolaryngologi Anak di Massachusetts Eye and Ear, mengatakan penelitian ini terbatas dan perlu penyelidikan lebih lanjut. 

"Mengejutkan melihat peningkatan kasus operasi tongue-tie dalam dekade terakhir, melihat orang-orang dikirim untuk sesuatu yang dulunya tak begini," kata Hartnick kepada Huffington Post.

Di ruang praktiknya, Hartnick kedatangan sekitar lima rujukan dalam sepekan untuk operasi tali lidah pendek. Dia pun menjadi bertanya-tanya. "Apakah indikasinya tepat? Apakah semua prosedur ini diperlukan?" ujarnya retoris.

Operasi ini mungkin diperlukan untuk bayi ketika frenulum lingual, yakni di mana jaringan yang menghubungkan lidah ke dasar mulut terlalu ketat hingga membatasi gerakan lidah. Untuk menyusui, Hartnick mengatakan kepada Reuters, seorang bayi perlu "membentuk segel dengan mulut mereka di sekitar puting susu ibu atau botol." 

Operasi kecil memungkinkan bayi untuk mengunci atau mengisap. Studi menunjukkan bahwa operasi tali lidah dapat menelan biaya 850 dolar hingga delapan ribu dolar AS.

Harnick mengatakan, tidak masalah jika orang tua ingin mendapatkan pendapat dokter bedah. Tetapi, sebelum mengizinkan anak dioperasi pengguntingan tali lidah, ayah dan ibu sebaiknya mendapatkan "pandangan multidisiplin" dari dokter anak, konsultan laktasi, ahli patologi wicara, dan spesialis telinga, hidung dan tenggorokan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA