Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Gangguan Pendengaran Bisa Terjadi pada Remaja

Rabu 17 Jul 2019 19:25 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Gangguan pendengaran.

Gangguan pendengaran.

Foto: Flickr
Gangguan pendengaran di remaja angkanya mencapai 7 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gangguan pendengaran bukan hanya menjadi masalah orang tua dan lanjut usia saja. Remaja pun ternyata bisa mengalami masalah yang berhubungan dengan masalah di telinga itu.

Baca Juga

Pusat alat bantu dengar Melawai melaporkan, data kebutuhan penggunaan alat bantu dengar menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Sampai tengah tahun 2019, 1 dari 10 lansia dan 1 dari 3 orang usia di atas 65 tahun di Indonesia merupakan pengguna baru alat bantu dengar. Namun, yang cukup perlu diperhatikan, jumlah pengguna baru di usia remaja mencapai 7 persen.

Masalah gangguan pendengaran ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain mendengar suara bising  di atas 85 Db terus menerus lebih dari empat jam sehari dan infeksi telinga. Namun, masalah ini pun sering kali didorong dengan faktor usia dan penuaan bagi orang tua atau lanjut usia.

"Gangguan pendengaran memiliki beberapa gejala yang dapat dikenali dengan mudah," kata Sales & Marketing Manager Pusat Alat Bantu Dengar Melawai Andreas Tanujaya melalui siaran resmi yang diterima Republika.

Andreas menjelaskan, ciri-ciri gangguan pendengaran dapat tampak dengan sering meminta orang lain mengulang apa yang diucapkannya. Ketika mengikuti rapat atau pertemuan, orang tersebut pun biasanya mengalami kesulitan memahami percakapan.

Ciri lain yang bisa terlihat terkadang penderita gangguan pendengaran merasa masih dapat mendengar orang berbicara, hanya saja tidak jelas. Kemudian, kondisi yang paling mudah dikenali dengan seringnya menaikkan volume televisi atau radio.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA