Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Tips untuk Terjun ke Dunia Industri Kreatif

Rabu 17 Jul 2019 07:19 WIB

Red: Reiny Dwinanda

 Pengunjung mengamati hasil karya industri kreatif lampu boneka daur ulang limbah kayu dalam acara Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012 di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Rabu (21/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)

Pengunjung mengamati hasil karya industri kreatif lampu boneka daur ulang limbah kayu dalam acara Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012 di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Rabu (21/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)

Untuk terjun ke dunia industri kreatif, mulailah dari hal yang disenangi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komikus dan pemilik kekayaan intelektual Tahilalats Nurfadli Mursyid memberikan saran bagi mereka yang ingin mulai bekerja di industri kreatif. Ia merekomendasikan untuk menjajal bidang yang paling digemari.

"Sarannya sih untuk awal-awal bikin karena merasa senang. Saya juga awalnya seperti itu. Senang saja menghibur orang di internet, ternyata ada peluang untuk dimonetisasi," ujar Fadli di Jakarta, Selasa.

Selanjutnya, menurut Fadli, pelaku industri kreatif perlu memperbanyak referensi, apapun yang digarap, termasuk pop culture dan komik. Referensi juga bisa didapat dengan mempelajari sistem atau strategi dalam memonetisasi karya para pelaku industri kreatif yang telah sukses.

Selain itu, menurut Fadli, pelaku industri kreatif perlu membentuk tim untuk menjalankan bisnis dari kekayaan intelektual yang telah dihasilkan. Aspek kreatif dan bisnis harus terpikirkan dengan baik.

"Entah itu kamu handle kreatifnya atau kamu handle bisnisnya untuk lebih berkembang lagi," kata Fadli.

Tidak hanya itu, Fadli mengatakan konsistensi juga menjadi kunci untuk sukses. Selain itu, memiliki target dan motivasi untuk berkembang.

"Misalnya komik, memang enggak boleh setengah-setengah, harus ada setiap hari, bikin setiap hari," ujar dia.

Untuk memperluas bisnis atas karakter Tahilalats, Fadli mendaftarkan hak kekayaan intelektual atau IP (Intellectual Property) atas karakter tersebut saat mengikuti Katapel, program milik Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Program itu memberi pembekalan kepada para pelaku kreatif dari subsektor Desain Komunikasi Visual, Fotografi, Film dan Animasi, TV dan Radio untuk komersialisasi kekayaan intelektual.

Tahilalats menjadi satu dari lima kekayaan intelektual terpilih untuk berpartisipasi dalam Hong Kong Internasional Licensing Show pada awal 2019. Menurut Fadli, para pemilik jenama, pembeli lisensi, ataupun investor yang potensial akan memerhatikan karakter dengan teliti sehingga style karakter harus diperhatikan sejak awal.

"Kenali style karakter kita bentuknya seperti apa, apakah mungkin style cute, style gambarnya bagus. Cara kita mempresentasikan ke orang-orang karakter kita dibuat apa, memahami karakter kita bisa dijadikan apa," kata Fadli.

"Sebelum ikut Katapel pengetahuan kami tentang IP sangat minim. Pendapatan hanya dari placement di medsos. Setelah placement, tambah satu lini kerjasama lain, lisensi," kata dia.

Fadli belum lama ini telah bekerjasama dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat Seagate meluncurkan harddisk berkarakter Tahilalats. Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini komik internet Tahilalats tengah dilirik untuk dijadikan animasi. Namun, dia mengatakan rencana itu masih dalam pertimbangan.

Pada akhir bulan ini, Fadli juga akan membawa Tahilalats mengikuti pameran Licensing Expo China 2019 di Shanghai.

"Kami berharap nanti akan bertemu partner yang bisa diajak bekerjasama dengan lisensi IP kami," ujar Fadli.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA