Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Festival Danau Poso Ajang Promosi Wisata Sulteng

Selasa 16 Jul 2019 00:10 WIB

Red: Christiyaningsih

Danau Poso

Danau Poso

Foto: Republika/Yasin Habibi
Festival Danau Poso digelar di Kota Tentena, Kabupaten Poso pada 26-31 Agustus 2019

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) mendukung sepenuhnya pelaksanaan Festival Danau Poso (FPD) ke-21. FDP dijadwalkan berlangsung di Kota Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 26-31 Agustus 2019. Acara ini merupakan ajang promosi pariwisata di Sulteng.

Baca Juga

Kepala Balai Besar TNLL, Jusman, mengatakan kegiatan itu sangat penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di Sulteng khususnya ke TNLL. "Sulteng memiliki banyak objek wisata menarik yang berpotensi besar menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara seperti Danau Poso, Taman Laut Kepulauan Togean, dan TNLL," katanya pada Senin (15/7).

FDP digelar setiap tahun dan telah memberikan kontribusi besar dalam kunjungan wisatawan dan perolehan devisa negara. Karena itu, kata Jusman, FDP harus didukung oleh semua pihak. Termasuk masyarakat yang ada di sekitar lokasi wisata karena akan banyak memberikan manfaat ekonomi.

Masyarakat bisa menyediakan dan menjual berbagai produk baik makanan atau minuman serta hasil kerajinan khas daerah. Jusman menambahkan objek wisata Danau Poso berada di sekitar TNLL yang ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfer dunia pada 1977.

Balai Besar TNLL juga akan membentuk paguyuban untuk mendukung kegiatan mendaki gunung di TNLL. Selama ini, kata dia, pengunjung TNLL tertumpuk pada satu lokasi objek wisata saja yakni Danau Tambing. Padahal ada beberapa objek wisata lainnya yang cukup menarik yakni mendaki gunung.

Di kawasan TNLL  ada dua objek wisata mendaki gunung. Keduanya adalah Gunung Lorekamtimbu di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso dan Gunung Nokilalaki di Desa Tongoa, Kabupaten Sigi.

Wisata mendaki ini belum dikelola dengan baik. Karena itu pihaknya telah menata dengan membentuk paguyuban pendaki gunung yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat. Paguyuban ini akan membantu kelancaran, kenyamanan, dan keamanan para pendaki gunung.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA