Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Pernah Diare Setelah Tertelan Air Kolam Renang?

Senin 15 Jul 2019 14:14 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Air kolam renang yang tercemar parasit Cryptosporidium bisa membuat orang terkena infeksi cryptosporidiosis.

Air kolam renang yang tercemar parasit Cryptosporidium bisa membuat orang terkena infeksi cryptosporidiosis.

Foto: Republika/ Wihdan
Air kolam renang yang telah terkontaminasi parasit Cryptosporidium bisa memicu diare.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berenang di kolam renang saat cuaca sedang terik memang menyegarkan. Namun, berhati-hatilah karena US Center for Disease Control and Prevention (CDC) mengingatkan ada penyakit yang dapat disebarkan melalui air kolam yang terkontaminasi.

Penyakit yang dimaksud ialah cryptosporidiosis. Anda bisa terpapar penyakit ini dengan berenang di kolam yang terkontaminasi oleh seseorang yang mengalami diare.

Seperti dikutip dari laman Health, cryptosporidiosis disebabkan oleh parasit yang disebut Cryptosporidium. Cara seseorang mendapatkan cryptosporidiosis memang kurang menyenangkan karena pada dasarnya ini adalah penularan fekal-oral, entah melalui meminum air yang terkontaminasi atau tak sengaja menelan air kolam renang yang tercemar.

"Tertelannya tinja adalah penyebab nomor satu,” ujar Direktur pencegahan dan pengendalian infeksi di Mount Sinai Downtown New York City, Waleed Javaid, MD.

Jadi jika seseorang yang baru saja mengalami diare selama beberapa hari terakhir melompat ke kolam lingkungan, sisa-sisa tinjanya bisa mengambang di kolam dan menginfeksi perenang lain. Kebanyakan orang yang mendapatkan cryptosporidiosis hanya mendapatkan bentuk ringan dari penyakitnya.

Gejala mereka mungkin termasuk diare dan beberapa ketidaknyamanan perut. Tapi beberapa orang akan mengembangkan bentuk cryptosporidiosis yang lebih parah, yaitu mereka yang telah melemahkan sistem kekebalan tubuh, secara teknis disebut immunosuppressed.

Mereka akan mengalami diare lebih lama daripada mereka yang sehat. CDC mengatakan diare yang diinduksi cryptosporidiosis dapat berlangsung selama tiga pekan untuk orang yang mengalami gangguan kekebalan.

Selain mendapatkan cryptosporidiosis di kolam, penyakit itu juga bisa menular dari ternak yang membawa parasit. CDC mengumumkan bahwa dari 2007 hingga 2017, ada 444 wabah cryptosporidiosis. Ini menyebabkan 7.465 kasus cryptosporidiosis, tercatat di 40 negara bagian dan Puerto Rico.

Terlebih lagi, jumlah kasus cryptosporidiosis terus meningkat di AS. Jumlah wabah meningkat sekitar 13 persen setiap tahun dari 2007 hingga 2017, kata pernyataan itu.

Namun, CDC mengatakan bahwa kenaikan ini mungkin disebabkan oleh metode pengujian yang lebih maju yang tidak menambah sebanyak kasus cryptosporidiosis pada tahun 2007.

Apa yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari cryptosporidiosis? Pastikan fasilitas tempat Anda berenang tetap bersih.

"Pergi ke tempat-tempat yang Anda sadari memiliki standar kebersihan yang tinggi. Apa proses dan kebijakan kebersihan mereka?” ujar Dr Javaid.

Ini penting untuk semua orang, terutama bagi mereka yang lebih rentan terhadap penyakit. Javaid mengingatkan bahwa orang yang sistem imunitasnua lemah perlu waspada tentang hal-hal ini.

Selain itu, berhati-hatilah jika Anda berenang di kolam di mana sapi atau hewan lain berada dalam jarak dekat, karena parasit dapat ditransfer dari hewan ke manusia. Dan kapan pun Anda menyentuh ternak, pastikan untuk membersihkan tangan secara menyeluruh.

Selain menghindari kolam, pastikan Anda dan anak-anak tidak berenang di kolam komunitas mana pun setelah mengalami diare. Javaid mengatakan bahwa siapa saja yang mengalami diare selama beberapa hari terakhir tidak boleh nyemplung dulu ke kolam renang karena itu bisa menularkan penyakit kepada seseorang yang imunitas tubuhnya lemah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA