Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Jokowi Ingin Turis Membayar Mahal Masuk Pulau Komodo

Kamis 11 Jul 2019 17:01 WIB

Red: Andri Saubani

Anak komodo.

Anak komodo.

Foto: Antara
Jokowi ingin Pulau Komodo jadi kawasan konservasi sehingga pengunjung harus dibatasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo, di Taman Nasional Komodo (TNK), di Manggarai Barat akan dibatasi. Tujuannya, kawasan itu akan menjadi kawasan konservasi.

"Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi sehingga turis di situ betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau enggak mampu bayar enggak usah ke sana," katanya kepada wartawan di Pulau Komodo, Kamis (11/7).

Baca Juga

Presiden Jokowi mengatakan, jika ingin melihat Komodo, wisatawan bisa berwisata ke Pulau Rinca yang banyak Komodonya. Presiden juga mengisyaratkan Pulau Komodo akan dibuat lebih eksklusif, namun Pulau Rinca tidak.

"Rinca tetap punya hitungan daya dukung, berapa turis yang datang. Enggak mungkin kita buka silakan, silakan, enggak ada seperti itu," ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara menargetkan semua pembenahan di Pulau Komodo akan selesai maksimal dua-tiga tahun. "Jadi saat bandaranya jadi, runway-nya jadi, hotel-hotel mulai jadi, di sini juga siap," ungkapnya.

Rancangan besar itu lanjut Presiden, akan dibahas dalam suatu rapat terbatas. Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan, bahwa semua harus didesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial.

"Kita ini senangnya mengerjakan parsial, anggaran setahun Rp 200 juta, Rp 500 juta, jadi mau buat apa gitu. Jadi betul-betul dirancang, uang sekali keluar tapi dirancang, direncanakan, dan betul-betul dari turun di bandara sampai ke tempat-tempat tujuan ini betul-betul kelihatan sambung semuanya kira-kira itu,"

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA