Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Bagaimana Agar 67 Juta Orang Indonesia Setop Merokok?

Kamis 11 Jul 2019 01:53 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

Larangan merokok

Larangan merokok

Foto: flickr
Indonesia duduki urutan ketiga perokok terbanyak dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laporan World Health Organization (WHO) tahun 2018 mencatat 225.720 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang berhubungan dengan konsumsi asap rokok. Di Indonesia saat ini ada lebih dari 67 juta perokok dewasa di Indonesia atau sekitar 39 persen dari jumlah populasi dewasa di Indonesia. Angka itu menempatkan Indonesia di urutan ketiga jumlah perokok terbanyak di dunia.

“Di Indonesia, merokok merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia yang berhubungan dengan penyakit yang dapat dicegah,” kata Country General Manager JUUL Labs Indonesia Kent Sarosa di Four Season Hotel Jakarta, Rabu (10/11).

Kendati demikian, lanjut dia, problemnya adalah hingga kini masih banyak perokok yang sulit meninggalkan kebiasaan merokoknya. Meski sebetulnya, para perokok itu telah mengetahui apa dampak yang bisa terjadi padanya dan pada lingkungan sosialnya akibat merokok.

Sementara itu, hasil riset dari dua lembaga riset kesehatan asal Inggris, Royal College of Physicians dan Public Health England, menyatakan bahwa rokok elektrik atau vape 95 persen lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Untuk itu, rokok elektronik diklaim bisa menjadi alternatif bagi para perokok dewasa Indonesia.

“Saya ada kolega, perokok aktif yang memiliki 2 anak, dia cerita bahwa dia tidak bisa memeluk anak-anaknya ketika dia pulang ke rumah lantaran dia bau asap rokok. Tapi dia juga merasa sulit untuk menyetop rokok, alternatifnya dia kini beralih ke rokok elektronik. Dan setidaknya dia bisa memeluk anaknya dengan bebas,” jelas dia.

Atas dasar itulah Kent menilai, setidaknya rokok elektronik bisa membantu meningkatkan kualitas hidup 67 juta perokok di Indonesia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA