Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Ini Peran Laparoskopi pada Masalah Infertilitas

Kamis 11 Jul 2019 12:10 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Pembedahan minimal invasif dikenal juga dengan teknik pembedahan laparoskopi.

Pembedahan minimal invasif dikenal juga dengan teknik pembedahan laparoskopi.

Foto: brukseltupbebek.com
Laparoskopi merupakan prosedur yang bisa dijalani untuk mengatasi infertilitas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak pasangan mendambakan kehadiran buah hati dari hasil pernikahannya. Namun terkadang ada kendala yang membuat bayi tidak kunjung hadir. Salah satunya karena masalah ketidaksuburan atau infertilitas baik dari sisi perempuan maupun laki-laki.

Jangan khawatir, semua itu bisa diatasi dengan laparoskopi. Menurut dokter spesialis kandungan Anggia M. Lubis, laparoskopi adalah sebuah prosedur pembedahan minimal invasive.

Baca Juga

Caranya adalah dengan memasukan gas CO2 ke dalam rongga peritoneum. Tujuannya untuk membuat ruang antara dinding depan perut dan organ viscera sehingga memberikan akses endoskopi ke dalam rongga peritoneum tersebut.

"Laparoskopi bisa untuk diagnosa dan pengobatan," ujarnya dalam kelas fertilitas Peranan Laparoscopy dan Robotic pada Infertilitas di Jakarta belum lama ini.

Keuntungan prosedur laparoskopi dibandingkan dengan bedah terbuka adalah laparoskopi lebih menguntungkan karena insisi yang kecil dan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan. "Bedah terbuka biasanya 10 sentimeter. Pada laparoskopi luka kecil hanya satu sentimeter di beberapa tempat. Tiga atau empat tempat yaitu di pusar, pinggul kanan dan kiri," jelasnya.

Selain itu, karena bedah ini memiliki sayatan kecil sehingga bekas lukanya pun kecil begitu juga dengan nyerinya. Waktu operasi pun tidak lama dan pemulihannya juga cepat.

Manfaat lainnya adalah fungsi paru pascaoperasi tidak terganggu dan sedikit kemungkinan terjadi atelektasis setelah prosedur laparoskopi. Setelah operasi, fungsi pencernaan pasien pun pulih lebih cepat, masa rawat inap rumah sakit pendek, serta lebih cepat kembali beraktivitas.

"Pada pascaoperasi dokter ingatkan jaga kondisi supaya sehat dan fit. Penyembuhan luka luar kulit 7 sampai 10 hari sudah sembuh sempurna bahkan luka 10 sentimeter. Kalau luka di dalam lebih lama, lebih lembab, lebih lama sembuh. Harus menjaga gizi kesehatan dan pascaoperasi," papar Anggia.

Pasien laparoskopi juga memiliki risiko infeksi yang lebih rendah karena luka yang kecil. Laparoskopi juga dilakukan dengan kamera bisa untuk foto dan video dengan resolusi bagus dan hasilnya pun bagus. "Sehingga bisa sampaikan kondisi sebenarnya, apa yang ditemukan. Gambaran untuk pasien," ujarnya.

Menurut Anggia laparoskopi bisa untuk mengatasi masalah miom dan endometriosis. Laparoskopi digunakan saat melihat dan mengambil miom di perut seorang wanita. Laparoskopi juga dilengkapi dengan alat pemotong yang bisa mengambil miom.

Kapan laparoskopi sebaiknya dilakukan? Apakah sesudah atau sebelum bayi tabung? Itu semua tergantung kondisi pasien. Pada kasus berat pasien tidak dianjurkan untuk melakukan bayi tabung tapi pengangkatan terlebih dahulu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA