Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Lima Cara Kurangi Banjir Keringat

Kamis 11 Jul 2019 01:01 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Keringat tak perlu ditakuti, selama paham cara mengendalikannya.

Keringat tak perlu ditakuti, selama paham cara mengendalikannya.

Foto: Prayogi/Republika
Di musim kemarau yang panas tubuh akan lebih mudah berkeringat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keringat bisa terasa tidak nyaman dan menimbulkan bau meski sudah memakai deodoran. Noda keringat terkadang juga sulit dihilangkan.

Menjelang musim kemarau ini, seperti dilansir dari USA Today, ada beberapa tips untuk membantu tubuh tetap kering dan segar menjalani aktivitas sehari-hari.

Pertama, ubah diet. Apa yang dikonsumsi sehari-hari memiliki efek pada seberapa banyak orang berkeringat. Cobalah menjauh dari kafein dan makanan pedas.

Direktur Penelitian Kosmetik dan Klinis Dalam Dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, Dr. Joshua Zeichner mengatakan kafein memicu keringat karena merangsang sistem saraf pusat, yang kemudian mengaktifkan kelenjar keringat.

“Demikian pula, hindari makanan pedas seperti saus panas, paprika, dan rempah-rempah yang dapat meningkatkan jumlah keringat yang dihasilkan,” kata Zaichner.

Jika ingin menenangkan tubuh untuk mengurangi keringat, cobalah mengonsumsi makanan yang mengandung air seperti semangka dan apel. Dokter kulit dan pendiri Murad Skincare Howard Murad mengatakan mentimun  merupakan makanan yang menghidrasi tubuh.

“Air dan hidrasi adalah kunci untuk mencegah keringat. Semakin Anda terhidrasi, semakin panas tubuh Anda,” ujar Murad.

Kedua, kenakan baju dari bahan yang menyerap keringat. Perancang busana Christian Siriano mengatakan pakaian dari bahan katun dan linen dapat membantu menyerap keringat.

Siriano merekomendasikan pakaian berwarna-warni dan kontras karena keduanya akan mengalihkan perhatian dari noda keringat. “Blus dan gaun dengan pola berani akan menyembunyikan noda lebih baik daripada bahan yang mengandung zat padat,” kata Siriano.

Seorang pria berusia 26 tahun yang hidup dengan hiperdrosis atau berkeringat berlebihan menyarankan untuk mengenakan kemeja tipis atau pakaian berlapis seperti blazer dan tank top. Jika berkeringat, bisa ditutupi dengan blazer.

Ketiga, membawa tisu basah. Keringat terkadang disertai dengan bau karena berinteraksi dengan bakteri di kulit.

Jika berkeringat dan tidak ingin berbau, pastikan mengambil lap basah atau handuk kertas basah. Sapukan handuk tersebut di tempat yang berkeringat, kemudian keringkan.

Keempat, kelola stres. Stres bisa memicu keringat, maka dari itu Mugrad menyarankan melakukan latihan pernapasan sederhana untuk membantu menurunkan stres.

Dia juga menyarankan mengonsumsi tablet klorofil yang dapat mengimbangi beberapa bau tubuh yang dialami beberapa orang karena berkeringat. Makan sayuran hijau seperti brokoli dan kubis brussel juga bisa membantu.

Kelima, tidak masalah bila berkeringat. Keringat adalah metode alam yang digunakan tubuh untuk mendinginkan diri.

Zeichner mengatakan sehat bagi tubuh untuk berkeringat. Sebab itu merupakan bagian penting untuk bertahan hidup.

Jika seseorang berkeringat berlebihan dengan jumlah empat hingga lima kali lebih banyak dari biasanya, mungkin ia mengalami hiperdrosis. Kelainan ini akan membuat seseorang berkeringat terlepas dari panas atau gerakan fisik. Kunjungi dokter kulit untuk penanganan dan mempelajari cara mengelola keringat.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA