Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Ahli Fisiologi Olahraga tidak Anjurkan Olahraga Malam Hari

Rabu 10 Jul 2019 22:08 WIB

Red: Israr Itah

Berolahraga di malam hari.

Berolahraga di malam hari.

Foto: dok Republika
Olahraga malam dinilai bisa membebani kerja jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli fisiologi olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tidak menganjurkan melakukan olahraga pada malam hari. Olahraga malam dinilai bisa membebani kerja jantung.

Dr Jajat Darajat Kusumah Negara S.Pd M.Kes AIFO melakukan penelitian gelar doktor tentang dampak futsal bagi fungsi kognitif mengatakan, waktu olahraga yang paling dianjurkan adalah pagi atau sore hari. Dia mengatakan olahraga di malam hari setelah beraktivitas seharian membebani kerja jantung karena tidak memiliki waktu istirahat yang cukup.

"Biarkanlah jantung kita beristirahat, iramanya rendah, sebaiknya dikurangi olahraga malam hari," kata Jajat di Jakarta, Rabu (10/7). Mengistirahatkan irama jantung pada malam hari juga memberikan waktu pemulihan bagi tubuh atas aktivitas sehari penuh. Jajat yang dulunya atlet sofbol nasional itu menyarankan olahraga pagi hari hingga pukul 9.00 atau 10.00. 

Kendati demikian dia tidak memungkiri kondisi di Ibu Kota Jakarta, terlebih bagi masyarakat pekerja yang sibuk tidak memiliki waktu untuk berolahraga kecuali malam hari. 

Disertasi promosi doktor yang dilakukan Jajat juga mengungkapkan bahwa olahraga futsal yang dilakukan oleh anak remaja selama 60 menit dan lima kali dalam seminggu bisa meningkatkan hormon kortisol yang berkaitan dengan stress, serta kadar MDA yang membentuk radikal bebas dalam tubuh. Dia mengatakan berolahraga berintensitas tinggi secara terus menerus bisa membentuk radikal bebas jika tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang mengandung vitamin c, vitamin e, likopen, dan flavonoid.

Radikal bebas adalah molekul yang mengandung elektron yang tidak berpasangan. Sehingga, molekul ini dapat menyumbang atau menerima elektron dari molekul lain. Hal ini membuat radikal bebas bersifat tidak stabil dan sangat reaktif. Radikal bebas mampu menyerang berbagai molekul dalam tubuh, seperti lipid, asam nukleat, dan protein sebagai target utama. Sehingga, dapat menyebabkan kerusakan sel, protein, dan DNA, serta gangguan keseimbangan dalam tubuh.

Oleh karena itu, Jajat sangat menganjurkan orang yang gemar berolahraga secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, terutama dengan makan sayur dan buah yang mengandung antioksidan tinggi. Olahraga yang baik harus dimulai dengan aktivitas dan intensitas yang ringan, kemudian berlanjut ke olahraga yang lebih lama dan intensitas yang lebih berat seiring meningkatnya kemampuan tubuh.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA