Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Kurangi Sampah Plastik, Pengusaha Laundry Pilih Pakai Kertas

Kamis 11 Jul 2019 02:00 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Jasa Laundry Kiloan usai Libur Lebaran. Pekerja menyuci baju konsumen dengan mesin di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Senin (10/6).

Jasa Laundry Kiloan usai Libur Lebaran. Pekerja menyuci baju konsumen dengan mesin di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Senin (10/6).

Foto: Fakhri Hermansyah
Kertas memiliki antioksidan yang bermanfaat dalam menyerap uap panas pakaian.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG --  Sebagai upaya mendukung pengurangan plastik, Supardi, pemilik usaha laundry Rodza di Kelurahan Pasar Baru, menggunakan kertas untuk membungkus pakaian yang telah selesai dicuci. Penggunaan kertas juga memberikan dampak positif lainnya.

Baca Juga

Menurut dia, kertas memiliki bahan antioksidan yang bermanfaat dalam menyerap uap panas pakaian yang telah disetrika, sehingga pakaian tetap wangi. Supardi juga menggunakan setrika uap yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi.

"Kertas koran digunakan dalam rangka go green dengan mengurangi penggunaan plastik," ujar Supardi.

Keistimewaan usaha laundry Rodza mengundang pelanggan dari berbagai wilayah. Diantaranya Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan. Pelanggannya pun bervariasi, mulai dari orang biasa hingga pejabat. Tak heran, jika dalam sehari, laundry yang berada di jalan KS Tubun ini menerima 400 kilogram pakaian.

"Dalam sebulan, omzet mencapai 75 juta dengan layanan satu hari selesai, sesuai dengan tren masyarakat perkotaan yang sibuk dengan aktivitasnya," ujarnya.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang terus melakukan kampanye dalam pengurangan sampah plastik. Sosialisasi dilakukan kepada pelaku usaha juga yang dominan menggunakan sampah plastik.

Kepala Bidang Kebersihan DLH, Buceu Garitna mengatakan jika sampah plastik yang dihasilkan masyarakat terus berkurang. Warga juga diajak untuk mengelola sampah menjadi kompos maupun produk manfaat lainnya.

Pengelolaan sampah menjadi produk bermanfaat adalah bagian dari program dengan pembentukan komunitas melalui Bank Sampah, TPST 3R maupun lainnya."Meningkatnya konsumsi masyarakat dan menghasilkan sampah perlu dibuatkan inovasi agar sampah tak semuanya terbuang ke TPA tetapi dapat diolah," ujarnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA