Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Sleman Adakan Lagi Festival Ketoprak Antarkecamatan

Rabu 10 Jul 2019 14:15 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pentas ketoprak

Pentas ketoprak

Tujuan Pemkab Sleman gelar ketoprak untuk menjaring potensi seniman di masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman akan menggelar Festival Ketoprak Antarkecamatan. Kegiatan akan dihelat 12-20 Juli 2019 di Lapangan Baratan Candibinangun Kecamatan Pakem.

Sebanyak 17 kontingen dari masing-masing kecamatan akan ikut berpartisipasi dalam Festival Ketoprak tersebut. Kegiatan ini dapat dilaksanakan menggunakan dana keistimewaan DIY.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara mengatakan, tujuan diselenggarakannya festival itu tidak lain menggali dan menjaring potensi seniman yang ada di masyarakat.

Sekaligus, lanjut Aji, sebagai wujud kepedulian dan perhatian Pemkab Sleman terhadap kelestarian kehidupan seni. Ia berharap Festival Ketoprak dapat menggugah kembali semangat kebersamaan.

"Dalam rangka beraktivitas dan berkreasi dalam bingkai kompetisi di kalangan seniman," kata Aji, Rabu (10/7). Selain itu, gelaran ini diharapkan pula dapat menjadi media beraktivitas dan peningkatan kualitas seniman. Tujuannya, demi mempertahankan eksistensi jati diri seniman.

Sebab, seniman merupakan salah satu akar budaya seni. Bahkan, sebagai sarana pembangunan karakter terhadap masyarakat luas khususnya generasi muda.

"Serta, meningkatkan rasa handarbeni (memiliki) terhadap budaya sendiri yang adiluhung. Terlebih, dengan semakin meningkatnya internalisasi budaya yang sedang menguat di tengah masyarakat. Tentu, akan menjadi benteng sekaligus filter yang kuat di era globalisasi," ucapnya.

Adapun jadwal urutan penampilan dimulai Jumat (12/7) Kecamatan Ngaglik dengan lakon Rara Mangli/Rembulan Kekalan. Lalu, dari Kecamatan Seyegan dengan lakon Bengawan Sore Dadi Seksi. 

Pada Sabtu (13/7) dari Kecamatan Berbah dengan lakon Ki Ageng Mangir. Lalu, dari Kecamatan Godean dengan lakon Pedhut Ing Bumireja atau Mendhung Agendanu

Pada Ahad (14/7), Kecamatan Kalasan dengan lakon Sang Anusapati dan Kecamatan Tempel dengan lakon Bedhah e Pasuruan. Pada Senin (15/7), Kecamatan Cangkringan dengan lakon Pedhut Ing Singosari.

Selanjutnya, Kecamatan Mlati dengan lakon Sukerta Tapak Liman. Kemudian, Selasa (16/7) Kecamatan Sleman dengan lakon Singosari Panglong dan Kecamatan Ngemplak dengan lakon Tumetesing Embun Ing Lemah Cengkar.

Pada Rabu (17/7) Kecamatan Turi dengan lakon Nambi Mbalela, dari Kecamatan Moyudan dengan lakon Mendung Ing Singgelo. Kamis (18/7) Kecamatan Minggir dengan lakon Trunojoyo Tundung.

Selanjutnya, Kecamatan Pakem dengan lakon Kumbang Katumenggungan. Pada Jumat (19/7), Kecamatan Prambanan dengan lakon Elang Sutajaya, dan Kecamatan Gamping dengan lakon Mawar ing Watu Candi. 

Sedangkan pada hari terakhir, Sabtu (20/7), Kecamatan Depok dengan lakon Roro Mengali serta pertunjukan wayang wong dari Sanggar Ngancang Kencana dengan bintang tamu Yati Pesek. Wahyu Suryana.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA