Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Beban Ransel Anak Sekolah Maksimal 10 Persen Berat Badan

Sabtu 06 Jul 2019 15:51 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Pelajar Korea Selatan  (ilustrasi)

Pelajar Korea Selatan (ilustrasi)

Foto: AP/Ahn Young-joon
Mengangkat beban berat dapat menyebabkan masalah punggung dan kelainan bentuk,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun ajaran baru segera dimulai pertengahan Juli nanti. Satu hal yang pasti, tas anak akan penuh dengan buku paket juga buku tulis. Namun, sebuah studi baru mengingatkan agar tas sekolah anak tidak boleh terlalu berat.

Baca Juga

Tas sekolah yang berat sudah mulai menjadi penyebab masalah kesehatan di kalangan anak-anak. Dilansir Times Now News, Sabtu (6/7), mengangkat beban berat seperti itu menyebabkan masalah punggung, kelainan bentuk, dan kelemahan di antara masalah lain pada anak kecil.

Menurut sebuah studi yang dilaporkan Asian News International (ANI), para ilmuwan menetapkan anak-anak sekolah yang menggunakan ransel maksimal membawa beban 10 persen dari berat badan mereka. Panduan itu berlaku jika mereka membawa tas di pundak. Sedangkan jika mereka meggunakan tas dorong atau troli, maksimal beban yang sebaiknya dibawa adalah 20 persen dari berat badan mereka.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Ergonomics ini mempelajari 49 siswa sekolah dasar dengan analisis kinematik. Analisis ini termasuk pengukuran bentuk postur tubuh dan lengan bagian bawah ketika anak membawa tas pundak maupun tas troli.

Pengukuran dilakukan dengan jumlah beban yang bervariasi mulai dari 10 persen hingga 20 persen dari berat badan anak. Rekomendasi mengenai batas maksimal beban saat menggunakan tas punggung sudah lama diterapkan sekolah di berbagai penjuru dunia. Akan tetapi, rekomendasi beban maksimal saat membawa tas troli masih belum diketahui sebelumnya.

Di Spanyol, lebih dari 40 persen anak sekolah menggunakan tas troli dan tas jenis ini kian populer di berbagai belahan dunia. Studi ini menggunakan sistem optical motion capture tiga dimensi, sebuah sistem yang mirip dengan yang dipakai dalam dunia animasi untuk menganalisis kurva kinematik. Studi menemukan dengan membawa tas troli, gangguan bentuk tubuh pada anak akan lebih bisa ditekan jik dibandingkan dengan membawa tas ransel.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA