Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Dokter Jelaskan Psoriasis yang Dialami Kim Kardashian

Selasa 02 Jul 2019 14:40 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Psoriasis of palms (illustration)

Psoriasis of palms (illustration)

Foto: En.wikipedia.org
Kulit Kim Kardarshian kehilangan pigmen setelah dilanda psoriasis.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Kim Kardashian West telah melakukan sejumlah pengobatan untuk menghilangkan psoriasis pada kulitnya. Setelah peradangan kulit yang ditandai ruam merah dan kulit terkelupas, dia kini mengalami masalah kulit lain.

Perempuan 38 tahun itu membagikan foto kondisi terbaru kulitnya lewat fitur Instagram Story. Dia memotret kaki kirinya yang tampak kehilangan pigmen di beberapa bagian. Foto itu dilengkapi dengan pertanyaan kepada para penggemarnya.

"Apakah ada yang pernah kehilangan pigmen setelah psoriasis sembuh???" tanya bintang tayangan realitas Keeping Up with the Kardashians itu.

Untuk menyamarkan warna kakinya yang tidak merata, Kim akhirnya menggunakan "Body Makeup" dari jenama kosmetik miliknya, KKW Beauty. Kim mengaku meluncurkan produk tersebut karena psoriasis yang cukup lama dia idap.

Istri dari musisi Kanye West itu belajar hidup menerima psoriasis yang dia miliki, tetapi ada waktu di mana dia ingin menutupinya. Apalagi, jika harus menghadiri acara khusus dengan busana yang memperlihatkan kulitnya.

Selama ini, Kim sangat terbuka kepada publik dan penggemar tentang psoriasis yang dia idap karena faktor genetika. Bercak merah dan bersisik kerap muncul di kaki, siku, dan punggung bawah Kim, termasuk di area wajah.

"Psoriasis sangat menyebalkan," tulis Kim pada salah satu unggahan foto psoriasis di wajahnya sekitar tahun lalu. Kala itu, dia mengoleskan salep herbal pada lesi tersebut.

Dokter kulit yang berdomisili di New York, Whitney Bowe, menanggapi perubahan warna kulit yang dialami Kim. Menurut dia, kondisi itu cukup umum setelah meredanya peradangan, yang biasa disebut hiperpigmentasi atau hipopigmentasi pascainflamasi.

Keduanya bisa terjadi setelah jerawat, eksim, atau psoriasis hilang dari kulit. Penulis buku The Beauty of Dirty Skin itu menambahkan, hal sama pun dapat muncul usai dicakar kucing, tergores, atau luka lain pada kulit.

Melihat foto Kim, Bowe menduga itu adalah kondisi hipopigmentasi, yang artinya produksi pigmen melambat sehingga warna kulit di area tertentu lebih terang. Kim tidak perlu khawatir karena efek sampingnya tidak permanen.

"Perubahan warna ini bersifat sementara, tetapi terkadang butuh waktu berbulan-bulan untuk sepenuhnya pulih. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari jika mengalami efek semacam ini," kata Bowe, dikutip dari laman People.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA