Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Tips Memilih Klinik Kecantikan No Abal-abal

Kamis 27 Jun 2019 03:15 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Wanita melakukan perawatan kulit di klinik kecantikan.

Wanita melakukan perawatan kulit di klinik kecantikan.

Foto: Republika/Darmawan
Ketahui rekam jejak klinik kecantikan agar tak tertipu dengan promosi gencarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belakangan ini, banyak dokter dan klinik kecantikan gadungan yang beroperasi dan menawarkan harga lebih murah. Tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban penipuan oknum tersebut. Alih-alih ingin berparas cantik, malah berujung pada kerusakan kulit yang kian parah.

Berikut tips dari dokter spesialis estetika dan anti-aging Dr Olivia Ong agar masyarakat tidak tertipu lagi dengan oknum klinik abal-abal.

1. Jangan tergiur harga murah

Sebagian perempuan tergiur dengan klinik yang menawarkan perawatan kecantikan dengan harga murah. Namun, sebaiknya perempuan lebih mengutamakan logika dan berpikir kritis ketika memilih klinik kecantikan.

“Kulit wajah bagi perempuan adalah investasi yang tidak ternilai, makanya yang pertama harus dilakukan perempuan adalah meletakkan logika di depan. Kita harus berpikir dan kritis. Kita saja kalau mau depisto pasti milih-milih kan bank mana, nah apalagi ini kaitannya dengan wajah,” kata Dr Ong di Hotel Morrisey Jakarta, Rabu (26/6).

2. Mencari tahu rekam jejak klinik

Menurut Dr Ong, pasien wajib memiliki referensi yang lengkap terkait rekam jejak klinik. Klinik yang aman dan profesional, biasanya memajang sertifikat atau izin operasi dari pemerintah setempat. Setelah memastikan rekam jejak klinik, pasien juga diimbau untuk mencari tahu review jujur dari orang yang pernah melakukan perawatan kecantikan di klinik tersebut.

“Jangan langsung percaya juga dengan review dari beauty vlogger. Kita harus harus cross-check kembali benar tidak klinik itu bagus. Cari juga review jujur dari pasien lain, kita harus benar-benar memungsikan panca indera kita untuk menggali informasi,” jelas Dr Ong.

3. Pastikan memilih dokter yang tepat

Dokter menjadi salah satu kunci keberhasilan perawatan kecantikan atau perawatan estetika medis. Jika dokternya tak kompeten atau bahkan gadungan, maka sudah bisa dipastikan pasien akan menerima efek buruk dari perawatan tersebut. Karena itu, penting untuk memilih dokter yang tepat dan professional.

“Ada kok dokter yang sebenarnya dia itu pekerja salon, tapi setelah didandani (menjadi dokter) itu meyakinkan sekali bahwa dia dokter kecantikan. Efeknya perawatan yang diberikan macam-macam, bisa wajah memerah, bruntusan atau bahkan untuk beberapa kasus estetika medis gadungan bisa membuat struktur wajah berubah misal alis naik sebelah, rahang pipi besar sebelah. Kan seram ya,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA