Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Lebih Aktif di Pagi Hari Tekan Risiko Kanker

Selasa 02 Jul 2019 16:44 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Bangun di pagi hari (ilustrasi)

Bangun di pagi hari (ilustrasi)

Foto: Menshealth
Aktif di pagi dapat memberi manfaat yakni menekan risiko kanker payudara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seseorang yang kerap bangun pagi tanpa kesulitan dan bersemangat untuk beraktivitas di pagi hari kerap dijuluki sebagai morning person. Menjadi morning person ternyata dapat memberi manfaat bagi kesehatan khususnya terkait risiko kanker payudara.

Hal ini terungkap dalam studi yang dimuat dalam jurnal BMJ. Studi ini menganalisis pola tidur dari 180.216 perempuan. Pola tidur ini meliputi durasi tidur, gejala insomnia, preferensi pagi dan malam, dan status kanker payudara pada tiap perempuan. Studi berlangsung selama sembilan tahun.

Melalui proses analisis ini, tim peneliti menemukan bahwa para morning person cenderung memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah dibandingkan night owl. Night owl merupakan julukan untuk orang-orang yang kerap beraktivitas atau terjaga di malam hari. Selain itu, tim peneliti juga menemukan adanya keterkaitan antara insomnia dan risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Tak hanya itu, tim peneliti juga menemukan adanya hubungan antara durasi tidur dengan risiko kanker. Berdasarkan analisis, tidur lebih lama dari tujuh atau delapan jam per malam juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Temuan tersebut sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa terlalu banyak tidur memberi dampak negatif bagi kesehatan.

Peneliti menilai keterkaitan antara morning person dan risiko kanker yang lebih rendah dipengaruhi oleh jam biologis. Seperti diketahui, jam biologis sangat memengaruhi dan berkaitan dengan proses-proses dasar di dalam tubuh seperti metabolisme dan pertumbuhan sel.

Kebiasaan begadang hingga sistem jam shift yang membuat seseorang menjadi night owl dapat mengganggu jam biologis tubuh. Jika jam biologis tubuh terus terganggu dalam jangka waktu yang lama, akan muncul dampak merugikan bagi kesehatan.

"Peningkatan risiko kematian akibat penyebab utama seperti penyakit kardiometabolik dan kanker, khususnya kanker payudara," ungkap Kepala Departemen Epidemiologi Medical University of Vienna, Eva S Schernhammer, seperti dilansir Mind Body Green.

Akan tetapi para night owl tidak perlu berkecil hati. Perubahan rutinitas dari night owl menjadi morning person sangat mungkin dilakukan.

Salah satu trik untuk mengubah pola tidur menjadi morning person adalah dengan memasang alarm lebih awal dari biasanya setiap hari. Selain itu, pastikan jam tidur malam selalu sama setiap hari. Lama kelamaan, tubuh akan melakukan penyesuaian jam biologis dan tubuh akan terbiasa untuk tidur dengan pola tidur seperti morning person.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA