Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Rektor ITB-AD: Sponsor Rokok Sasar Mahasiswa

Selasa 02 Jul 2019 05:11 WIB

Red: Ani Nursalikah

Rokok. (ilustrasi)

Rokok. (ilustrasi)

Foto: ABC News
Indonesia merupakan surga bagi perokok karena bebas didapatkan di mana saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta Mukhaer Pakkanna mengatakan sponsor rokok di perguruan tinggi menyasar mahasiswa untuk menjadi perokok. "Karena itu, industri rokok mensponsori berbagai kegiatan mahasiswa," kata Mukhaer dalam diskusi kelompok terfokus yang diadakan di Kampus B Universitas Muhammadiyah Prof Hamka di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (1/7).

Mukhaer mengatakan iklan, promosi, dan sponsor rokok yang sistematis dan terus-menerus tanpa disadari akan mengondisikan anak dan mahasiswa menjadi perokok pemula. Karena itu, industri rokok merancang banyak iklan yang kreatif dan semakin banyak memberikan pendanaan untuk mensponsori acara-acara kaum muda dan kegiatan peduli masyarakat.

"Iklan rokok menampilkan slogan yang memengaruhi remaja dengan persepsi keperkasaan sebagai pria sejati, pemberani, dan lain-lain," ujarnya.

Mukhaer mengatakan Indonesia merupakan surga bagi perokok karena bebas didapatkan di mana saja dan oleh siapa pun, termasuk balita. Rokok bebas dihisap di mana pun, kecuali di pesawat dan ruangan rumah sakit.

"Iklan rokok di Indonesia saat bebas dan perusahaan rokok menjadi sponsor utama kegiatan-kegiatan olahraga. Indonesia surga bagi perokok tetapi menjadi neraka penuh siksa bagi yang bukan perokok," katanya.

Selain surga bagi perokok, Indonesia juga merupakan surga bagi industri rokok sehingga industri rokok internasional berinvestasi ketika di negara asalnya sudah mulai dibatasi. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof Hamka bekerja sama Institut Pengembangan Sosial Indonesia (IISD) mengadakan diskusi kelompok terfokus bertema "Pelarangan Total Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok di Perguruan Tinggi". Selain Mukhaer, pembicara lain dalam diskusi tersebut adalah Deputi Direktur Human Rights Working Group (HRWG) Daniel Awigra.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA