Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Utamakan ‘Ceklik’ Sebelum Konsumsi Pangan

Senin 01 Jul 2019 04:30 WIB

Red: Christiyaningsih

Makanan di dalam Kulkas (Ilustrasi)

Makanan di dalam Kulkas (Ilustrasi)

Foto: Telegraph
BPOM Kendari ajak masyarakat utamakan ceklik sebelum mengonsumsi pangan

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Badan Pengawas Obat dan Makanan ( bpom ) Kendari mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan 'ceklik' sebelum membeli atau mengonsumsi pangan. Ajakan itu disampaikan Kepala Balai POM Kota Kendari Firdaus Umar saat memperingati Hari Ketahanan Pangan Sedunia, Ahad (30/6).

"Jadi sebelum kita mengkonsumsi makanan, kita harus selalu 'ceklik' terlebih dahulu pangan itu," kata Firdaus. Artinya kita harus cek kemasannya apakah masih bagus atau sudah rusak. Kalau kemasannya sudah rusak sebaiknya kita jangan menggunakannya. Kemudian cek labelnya yaitu tentang komposisi dari pangan tersebut.

Selanjutnya cek izin edar, artinya cek produk tersebut apakah telah mendapat izin dari pihak berwenang. Terakhir adalah cek kedaluwarsa pangan.

Selain itu, Firdaus juga berharap agar masyarakat selalu peduli terhadap pangan, baik itu pangan di rumah tangga ataupun pangan yang dijual di pasaran. "Kami yakin dengan penerapan 'ceklik' maka masyarakat akan selalu mendapatkan produk yang bermutu dan bergizi dan tentunya itu baik bagi kesehatan," harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Balai POM Kendari, Hasna Nur, mengatakan penerapan 'ceklik' sebelum mengkonsumsi makanan sangat penting. Ini karena ada tiga bahaya dalam pangan yang berbahaya di antaranya bahaya fisik, bahaya kimia, dan bahaya mikrobiologi.

Bahaya fisik yaitu jika makanan sudah tercemar seperti adanya rambut dalam makanan. Kedua adalah bahaya kimia yaitu jika pangan sudah terpapar atau tercemar misalnya terpapar asap knalpot kendaraan. Bahaya kimia juga mengintai jika pangan sengaja ditambahi bahan pengawet seperti formalin atau boraks. "Ketiga adalah bahaya mikrobiologi yaitu bahaya kuman yang bisa dari bahaya fisik," kata Hasna.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA