Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Susu Sapi vs Susu Kerbau, Mana Lebih Sehat? (2-Habis)

Jumat 28 Jun 2019 08:28 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Indira Rezkisari

Kalsium menjadi salah satu alasan anak butuh minum susu.

Kalsium menjadi salah satu alasan anak butuh minum susu.

Foto: wikimedia
Susu kerbau mengandung protein yang lebih kaya dari susu sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Susu terdiri dari berbagai nutrisi dan mineral penting untuk tubuh. Termasuk susu kerbau.

Berikut manfaat kesehatan dari susu kerbau, seperti dilansir dari Boldsky, Jumat (28/6).

1. Meningkatkan kesehatan jantung
Kandungan rendah lemak dalam susu kerbau membuatnya bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda. Ini dapat membantu menyeimbangkan kembali kadar kolesterol Anda dan mencegah timbulnya penyakit kardiovaskular, aterosklerosis, serangan jantung, dan strok.

2. Meningkatkan pertumbuhan
Dengan kandungan protein yang tinggi, susu kerbau sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Ini juga bermanfaat untuk orang dewasa.

3. Meningkatkan kekebalan
Kandungan vitamin A dan vitamin C dalam susu kerbau berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Ini membantu membersihkan tubuh Anda dan menghilangkan radikal bebas dan racun yang dapat menyebabkan penyakit kronis

4. Meningkatkan kesehatan tulang
Memiliki lebih banyak kalsium daripada susu sapi, susu kerbau membantu dalam mencegah timbulnya osteoporosis dan meningkatkan kekuatan dan ketahanan tulang Anda.

5. Meningkatkan sirkulasi darah
Susu kerbau efektif dalam meningkatkan sirkulasi darah dan melindungi tubuh Anda dari anemia. Dengan meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh, susu kerbau meningkatkan oksigenasi dan dengan demikian meningkatkan fungsi organ dan sistem Anda.

Susu kerbau juga efektif dalam mengatur tekanan darah seseorang. Efek Samping Dari Susu Kerbau Ini memiliki kandungan lemak tinggi. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara tiba-tiba.

Orang yang berusia lanjut harus menghindari mengonsumsi susu kerbau karena memiliki kalsium yang lebih mudah diserap, dibandingkan dengan jenis susu lainnya. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan diabetes.

Pilihan lebih sehat
Susu kerbau memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi. Susu sapi memiliki persentase lemak yang rendah, yang membuatnya lebih tipis dalam konsistensi.

Susu kerbau mengandung lebih banyak protein (11 persen lebih banyak) dibandingkan dengan susu sapi, yang membuatnya sulit untuk dicerna. Susu sapi (3,14 mg/g) memiliki kandungan kolesterol tinggi dibandingkan dengan susu kerbau (0,65 mg/g).

Susu sapi memiliki kandungan air yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu kerbau, memberikan kualitas hidrasi pada susu. Susu kerbau memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi karena protein dan lemaknya.

Setelah membandingkan perbedaan mendasar antara kedua jenis susu, dapat dikatakan bahwa seseorang tidak dapat menyangkal fakta bahwa keduanya sehat dan aman untuk diminum. Misalnya, susu kerbau dapat disimpan secara alami untuk waktu yang lebih lama karena aktivitas peroksidase yang tinggi; tetapi memiliki lebih banyak kalori daripada susu sapi.

Baik susu kerbau dan susu sapi memiliki manfaatnya sendiri, serta efek samping yang membuatnya lebih mudah untuk memilih jenis susu yang tepat sesuai dengan kebutuhan tubuh dan kesehatan Anda. Artinya, jika Anda tidak sabar ingin menurunkan berat badan, pilihan terbaik adalah susu sapi karena rendah lemak, kalori, dan kandungan protein. Demikian juga, jika Anda ingin menambah berat badan dan meningkatkan kesehatan tulang Anda, pilihan yang lebih baik adalah susu kerbau.

Karena itu, seperti disebutkan di atas, kedua jenis susu itu sehat dan bermanfaat bagi tubuh Anda ketika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.  Seseorang harus memilih jenis susu yang dapat melengkapi dan meningkatkan kesehatan mereka.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA