Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Mengenal Pola Makan 80:20 yang Dijalani Nicole Kidman

Senin 24 Jun 2019 20:06 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Christiyaningsih

Nicole Kidman

Nicole Kidman

Foto: EPA
Nicole Kidman tidak melakukan diet ketat atau berolahraga secara ekstrem

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Di tengah kesibukannya, Nicole Kidman memiliki rahasia bagaimana ia tetap sehat dan bugar sepanjang tahun. Padahal ia tidak melakukan diet ketat atau berolahraga secara ekstrem. Sebaliknya, ia mengikuti aturan makan 80:20.

Baca Juga

“Saya cukup banyak makan apapun, tetapi semuanya dalam jumlah sedang,” ujar Nicole Kidman dalam sebuah wawancara dengan Los Angeles Times.

Dalam istilah awam, 80:20 berarti mengonsumsi makanan sehat sebanyak 80 persen. Sebanyak 20 persen lainnya dapat dihabiskan untuk memakan camilan favorit. Para ahli menyukai pendekatan ini karena seseorang cenderung mengurangi kelompok makanan lengkap, menjadi menghitung kalori atau membatasi diri dari makanan tertentu.

Ahli gizi Teresa Boyce mengatakan diet harus terdiri dari berbagai produk musiman segar, protein organik tanpa lemak, gandum utuh yang tidak diproses, dan asam lemak esensial berkualitas. Boyce memiliki cara termudah untuk memastikan seseorang mengkonsumsi semua makanan yang tepat.

“Lihat piring Anda dan jika penuh dengan produk segar berwarna cerah, Anda berada di jalur yang benar. Ukuran porsi juga perlu diperhatikan. Hanya karena itu sehat bukan berarti Anda bisa makan dalam jumlah besar dalam sekali duduk dan mencoba untuk tidak membuat semua makanan dipenuhi dengan gula dan lemak,” ujar Boyce, seperti yang dilansir dari Body and Soul.

 

Aturan praktis adalah menerapkan bagian 80 persen pada hari kerja dan daftar makanan cheating sebagai hadiah pada akhir pekan. Boyce pun menyarankan untuk membuat pra-perencanaan makanan. Ini akan membantu memberi pengawasan terhadap makanan serta sesuatu yang dinanti-nantikan.

 

Dengan pendekatan 80:20, seharusnya tidak ada makanan buruk dan merasa bersalah karena menikmati camilan. “Ketika seseorang melakukan diet ketat, mereka sering mengadopsi pola pikir ‘ya, saya mungkin juga makan makanan yang buruk untuk sisa hari itu’. Namun rencana 80:20 adalah bebas rasa bersalah dan merupakan pendekatan jangka panjang yang realistis,” kata Boyce.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA