Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Begini Pengobatan Kanker Otak

Jumat 28 Jun 2019 08:01 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Wanita yang didiagnosis menderita kanker otak yang agresif, berdiri di sebelah hasil pemindaian otaknya.

Wanita yang didiagnosis menderita kanker otak yang agresif, berdiri di sebelah hasil pemindaian otaknya.

Foto: AP
Rangkaian pengobatan kanker otak sudah ditanggung BPJS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baru-baru ini aktor sekaligus penyanyi Agung Hercules divonis menderita kanker otak . Menurut Ketua Departemen Bedah Saraf MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta, Dr dr Made Agus M Inggas, Sp.BS, angka harapan hidup atau kesintasan (survival rate) pasien kanker otak kini semakin baik.

“Perkembangan teknologi makin maju, termasuk di Indonesia. Pengobatan di Indonesia sama dengan standar internasional. Angka survival kita sama dengan pusat-pusat kanker lain karena kita punya modalitas yang sama dengan yang ada di negara lain,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima.

Standar pengobatan kanker otak yakni dengan operasi, radiasi, dan kemoterapi. Setelah kanker diambil lalu diketahui jenisnya, selanjutnya dilakukan radioterapi untuk membersihkan sel kanker yang mungkin masih tertinggal. Setelah itu baru dilakukan kemoterapi.

Kemoterapi untuk kanker otak sedikit berbeda dengan kanker lain. Obatnya berupa pil, bukan cairan yang diinfus.

“Sampai sekarang obatnya cuma satu, yakni temozolamide. Itu terapi standar untuk glioblastoma yang sudah diterima secara internasional,” jelas Dr Made.

Temozolamide diberikan dalam enam seri. Dalam satu seri, obat diminum setiap hari selama lima hari. Setelah itu istirahat selama 23 hari. Lalu masuk ke seri dua, istirahat lagi 23 hari, dan begitu seterusnya hingga enam seri.

Efikasi temozolamide sama baiknya dalam bentuk pil maupun infus. Bentuk pil lebih menguntungkan karena efek sampingnya lebih seidkit ketimbang yang bentuk infus.

Efek samping biasanya seputar mual dan muntah. Tidak ada keluhan rambut rontok, kulit menghitam, anemia, serta penurunan sel darah putih dan trombosit.

Dalam bentuk pil tidak rusak di lambung, sehingga 100 persen diserap masuk ke darah. Lalu bisa tembus 100 persen ke sawar otak, sedangkan obat kemo yang lain tidak bisa menembus karena molekulnya besar,” papar Dr Made.

Rangkaian pengobatan kanker otak mulai dari operasi, radioterapi, hingga kemoterapi, sudah ditanggung BPJS. Sayangnya, temozolamide khusus untuk kanker otak grade 4. “Kabar baiknya, tahun depan untuk kanker grade 3 pun ditanggung BPJS,” ujarnya.

Seperti obat kemo lainnya, temozolamide ditujukan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa. Namun perlu digarisbawahi, definisi sembuh dalam kanker otak bukan berarti kankernya hilang sama sekali.

“Secara medis, pasien disebut sembuh bila tidak lagi merasakan gejala, kankernya terkontrol dengan baik, dan kondisinya stabil. Itu sudah dianggap sembuh, meski kanker tidak sepenuhnya hilang,” papar Dr Made.

Setelah menjalani enam seri kemoterapi, dilakukan evaluasi dengan MRI kepala. Selanjutnya, monitoring MRI tiga bulan kemudian, dan diulang tiga bulan selanjutnya. Bila hasilnya baik, MRI dilakukan enam bulan kemudian, lalu diulang enam bulan selanjutnya.

“Kalau hasilnya baik, MRI cukup setahun sekali, dan diulang tiap tahun,” katanya.



Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA