Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kelas Musik Tingkatkan Nilai Matematika, Sains, dan English

Kamis 27 Jun 2019 09:00 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Anak-anak belajar memainkan alat musik biola di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Ahad (15/4).

Anak-anak belajar memainkan alat musik biola di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Ahad (15/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Siswa yang belajar musik instrumental bahkan lebih unggul di bidang akademis.

REPUBLIKA.CO.ID, MONTREAL-- Peneliti di University of British Columbia menemukan siswa sekolah menengah yang mengambil kelas musik memiliki pemahaman lebih baik di mata pelajaran matematika dan sains daripada siswa non musik.

Studi baru ini melihat 112.916 catatan sekolah siswa di British Columbia yang memulai kelas pertama antara 2000 dan 2003, serta siswa yang telah menyelesaikan tiga tahun terakhir sekolah menengah. Termasuk setidaknya satu standar ujian untuk matematika, sains, atau bahasa Inggris di kelas 10 atau 12.

Sekitar 13 persen dari siswa termasuk telah berpartisipasi dalam setidaknya satu kursus musik, termasuk band konser, piano konservatori, orkestra, band jazz, paduan suara konser, dan jazz vokal di kelas 10, 11, atau 12.

Namun, para peneliti tidak memasukkan musik umum karena tidak memerlukan latihan musik atau musik gitar. Mereka tidak memerlukan pengalaman musik sebelumnya.

Temuan yang diterbitkan oleh Americam Psychological Association dalam Journal of Educational Psychology ini, menunjukkan siswa yang berprestasi dalam kursus musik dengan prestasi lebih tinggi dalam musim dan yang sangat terlibat dalam musik juga memiliki nilai ujian yang lebih tinggi dalam matematika, sains, dan bahasa Inggris.

Tidak hanya para peneliti yang menemukan hubungan antara musik dan kinerja ujian ini kuat, tetapi mereka juga konsisten di ketiga bidang subjek, dan terus menjadi signifikan. Bahkan setelah para peneliti mengendalikan faktor-faktor demografis, seperti jenis kelamin, etnis, dan latar belakang sosial ekonomi.

Tim juga menemukan asosiasi lebih kuat bagi mereka yang mengambil musik instrumental daripada kursus musik vokal.

Penulis studi Peter Gouzouasis,Ph. D mengatakan rata-rata anak-anak yang belajar memainkan alat musik selama bertahun-tahun dan sekarang bermain di band sekolah menengah juga orkestra, setara dengan sekitar satu tahun akademik di depan rekan-rekan mereka sehubungan kemampuan bahasa Inggris, matematika, dan sains.

Ada juga kepercayaan siswa yang menghabiskan waktu sekolah di kelas musik, daripada mengembangkan keterampilan mereka dalam matematika, sains, dan bahasa Inggris akan berkinerja buruk dalam disiplin itu.

"Penelitian kami menunjukkan pada kenyataannya, semakin banyak mereka belajar musik, semakin baik pelajaran mereka," ujar Gouzouasis, seperti yang dilansir dari Malay Mail.

Belajar memainkan alat musik dan bermain dalam ansambel sangat menuntut. Seorang siswa harus belajar membaca notasi musik, mengembangkan koordinasi mata-tangan-pikiran, mengembangkan keterampilan pendengaran yang tajam, mengembangkan keterampilan tim untuk bermain dalam ansambel, dan mengembangkan disiplin untuk berlatih. Semua pengalaman belajar itu berperan dalam meningkatkan kapasitas kognitif anak-anak dan keberhasilan mereka.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA