Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Pijat Bayi, Lancarkan Pencernaan Hingga Peredaran Darah

Kamis 27 Jun 2019 04:15 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Pijat bayi/ilustrasi

Pijat bayi/ilustrasi

Foto: lovingtouch.com
Pijatan dapat menjadi bentuk stimulasi bagi bayi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap orang tua tentu berharap buah hatinya mengalami tumbuh kembang yang optimal. Tumbuh dan kembang memiliki arti cukup berbeda.

Jika pertumbuhan dikaitkan dengan bertambahnya sel, maka yang disebut kembang adalah tentang maturasi fungsi. Misalnya bayi berkembang dari bisa tengkurap, kemudian duduk, dan lainnya.

Seribu hari pertama menjadi periode emas bayi untuk tumbuh kembang. Dr Bernie Endyarni Medise SpA(K) MPH mengatakan, orang tua memiliki peran penting selama periode emas bayi, sebab masa ini merupakan waktu paling penting untuk pertumbuhan bayi. Pada 1000 hari kehidupan, otak bayi berkembang paling cepat, sistem pencernaan berkembang dan menguat, dan fungsi kognitif mereka terbentuk.

"Dan kontak fisik adalah hal penting yang dapat lakukan sebagai ikatan emosional pertama bayi dengan orang tua, salah satunya melalui stimulasi pijat," kata Bernie yang dokter spesialis anak sekaligus konsultan tumbuh kembang pediatri sosial dalam acara Jonhsons Sentuhan Cinta di Jakarta, Rabu (26/6).

Bernie menjelaskan, pijatan bisa membantu merangsang indera dan merupakan kunci untuk kesehatan dan perkembangan bayi. Kontak fisik melalui ritual pijat bayi memiliki banyakmanfaat, termasuk membangun ikatan yang lebih kuat, melancarkan peredaran darah, menstimulasi perkembangan emosi dan psikologis, melancarkan sistem pencernaan dan penyerapan makanan bagi bayi, serta meningkatkan imunitas dan kualitas tidur.

Bernie mengungkapkan, stimulasi pijat bayi ini bentuknya bukan terapi, tetapi stimulasi untuk memperkaya pengalaman sensori. Ia mengatakan, pijat bayi juga mendatangkan manfaat emosional, seperti membuat ikatan, lebih mudah bersosialisasi, meredakan ketidaknyamanan, menurunkan produksi hormon stresor, mengurangi rewel, dan melatih bayi relaksasi.

"Tapi tentunya bukan asal pijat, perlu latihan dulu gerakan-gerakan khususnya, termasuk yang diedukasi pihak Johnsons. Dan kalau anak sakit bisa ke dokter, bukan berarti langsung pijat kalau belum tahu caranya," tuturnya.

Wynne Lukman, Brand Manager Johnson's mengatakan kampanye pijat bayi bukan hal baru bagi perusahaannya. Johnson's percaya bahwa ritual pijat adalah cara terbaik untuk membantu memperkuat ikatan dan merupakan kunci perkembangan anak.

"Selama lebih dari 40 tahun kami telah mengadvokasi orang tua tentang pentingnya sentuhan cinta orang tua," katanya.

Tahun ini, bersama dengan 22 Tim Edukasi Profesional dari Johnson's telah mengedukasi para ibu di 15 kota di Indonesia tentang ritual pijat dan manfaatnya terutama selama periode emas.

"Jadi bukan semata belajar pijat sendiri, karena semua gerakan pijat bayi ada manfaatnya. Contohnya, anaknya sulit buang air, dilakukan pijat mengikuti arah usus," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA