Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tips Agar Balita Tetap Aman Saat Diajak Berenang

Rabu 26 Jun 2019 20:00 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Anak belajar berenang/ilustrasi

Anak belajar berenang/ilustrasi

Foto: flickr
Jauhkan anak-anak dari air saat mereka tidak bersama orang dewasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat cuaca sedang panas, berenang sambil mengajak keluarga bisa menjadi pilihan aktivitas saat libur tiba. Tapi untuk balita, ada banyak bahaya di sekitar air.

Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tenggelam adalah penyebab kematian paling umum kedua untuk anak-anak usia balita. "Penting untuk dipahami bahwa anak-anak tidak pernah 'tahan tenggelam'. Itulah sebabnya mengapa banyak lapisan keselamatan sangat penting," kata Jenny McCuiston, pendiri Goldfish Swim School dilansir dari Goodhousekeeping.

The American Academy of Pediatrics (AAP) merevisi pedoman renang yang aman. Balita tidak bisa benar-benar belajar berenang sampai usia 4 tahun dan bahwa pelajaran untuk anak-anak membuat orang tua terlalu percaya diri dalam kemampuan berenang balita mereka.

AAP sekarang mengatakan pihaknya melihat ada manfaatnya dalam memberikan pelajaran berenang kepada anak-anak mulai dari usia 1 tahun. "Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa anak-anak usia 1 hingga 4 mungkin lebih kecil kemungkinannya tenggelam jika mereka memiliki instruksi renang formal," kata AAP.

"Semakin awal mereka berada di air, semakin cepat mereka merasa nyaman di dalam air," kata Emily Leaman, salah satu pendiri dan COO Fitness Alive Philly yang membuka kelas renang untuk bayi usia lima bulan.

"Dengan asumsi balita Anda adalah baru di kolam renang, cara terbaik untuk memulai adalah dengan Ibu atau Ayah di dalam air. Itu membantu kebanyakan anak merasa aman dan percaya diri," jelasnya.
 
Leaman mengatakan dibutuhkan banyak latihan bagi anak-anak untuk melakukan gerakan renang secara utuh. Jadi sangat membantu untuk memecah tiap gerakan renang menjadi potongan-potongan.

American Academy of Pediatrics menyarankan agar anak-anak yang berada di dekat air selalu didampingi orang dewasa. Hal ini berlaku di sekitar kolam, badan air, bak mandi, dan bahkan benda-benda seperti toilet dan ember.

Ini karena balita juga bisa tenggelam jika mereka terjebak dengan wajah yang terendam. Orang dewasa harus selalu berenang dalam lengan sebatas balita ketika balita itu berada di dalam air.

Jauhkan anak-anak dari air saat mereka tidak bersama orang dewasa. Banyak insiden tenggelam terjadi ketika orang tua tidak mengantisipasi berenang, seperti ketika balita berkeliaran di luar dan jatuh ke kolam.

"Selain pelajaran berenang, hal paling penting yang dapat dilakukan orang tua atau pengasuh untuk menjaga agar balita tetap aman di air adalah mewaspadai risiko potensial dan mencegah akses yang tidak terawasi ke air," kata Lindsay Mondick, manajer senior olahraga air di YMCA Amerika Serikat.

Pelajari tanda-tanda tenggelam. Tidak seperti apa yang terlihat di film, tenggelam tidak disertai dengan batuk atau teriakan minta tolong. Sebaliknya, kemungkinan anggota keluarga hanya akan tergelincir di bawah air dan tidak muncul lagi.

"Tenggelam adalah cedera yang sangat cepat, sering kali sunyi. Jadi penting bagi orang tua untuk menyadari risiko dan tanda-tanda tenggelam," kata Mondick.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA