Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Inilah Waktu Terbaik Joging di Jakarta

Senin 24 Jun 2019 05:00 WIB

Red: Ani Nursalikah

Warga beraktivitas pada hari bebas kendaraan (car free day) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (20/5).

Warga beraktivitas pada hari bebas kendaraan (car free day) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (20/5).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Tingkat polusi di Jakarta telah mencapai level tidak sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jaringan Kerja Komite Penghapusan Bensin Bertimbal Ahmad Syafrudin mengatakan waktu terbaik untuk berolahraga di luar ruangan, seperti joging adalah pukul 13.00-15.00 WIB karena kondisi kualitas udara Jakarta diyakini paling baik pada jam tersebut.

Baca Juga

Ahmad mengatakan, dalam acara diskusi bertajuk "Kesiapan Bus Listrik Mengaspal di Jakarta", penilaian tersebut didapat setelah ia melakukan riset dengan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (United States Environmental Protection Agency/US EPA) pada 2013. "Itu ada faktor metodologi ya, ada arah kecepatan angin, kelembaban, temperatur dan sebagainya. Itu lebih baik (pada jam tersebut) kualitas udaranya yang dekat dengan permukaan tanah," kata Ahmad.

Kepercayaan masyarakat Ibu Kota, udara di Jakarta lebih sehat pada pagi atau malam hari, dianggap tidak tepat. Menurut dia, menurunnya jumlah kendaraan yang beroperasi pada pagi dan malam hari dinilai tidak mengurangi tingkat polusi yang sangat tinggi di Jakarta.

"Ketika tidak ada aktivitas di permukaan tanah, maka polutan yang membumbung tinggi sekitar 2,5 hingga tiga kilometer itu akan turun lagi," katanya.

Menurut indeks kualitas udara dunia (World's Air Quality Index), tingkat polusi di Jakarta telah mencapai level unhealthy atau tidak sehat. Badan perlindungan lingkungan AS (US EPA) mengatakan dalam level ini, udara di Jakarta telah berdampak bagi kesehatan masyarakat dan dapat berdampak serius bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Anak-anak dan orang dewasa yang aktif serta penderita penyakit pernafasan seperti asma harus menghindari aktivitas luar ruangan yang terlalu lama. Anak-anak dan masyarakat lain dianjurkan membatasi waktu di luar ruangan.

Acara diskusi tersebut diselenggarakan oleh Forum Diskusi Bus dan Kendaraan Elektrik (FUSE). Diskusi membahas kesiapan Ibu Kota dalam merespons kebutuhan terhadap kendaraan listrik yang terus meningkat, terutama jika dilihat dari sisi lingkungan dan ekonomi.

Diskusi tersebut menghadirkan Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna, serta Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin sebagai pembicara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA