Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Daftar Pekerjaan Berbahaya untuk Kesehatan Paru (1)

Ahad 23 Jun 2019 16:38 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Indira Rezkisari

Pekerja konstruksi.

Pekerja konstruksi.

Foto: Pixabay
Kesehatan paru-paru dapat terkena dampak negatif dari polutan di tempat kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lingkungan kerja mempunyai dampak yang besar bagi kesehatan. Studi terbaru menunjukkan peningkatan jumlah penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan.

Baca Juga

Sekitar 17 persen penyakit paru–paru disebabkan oleh lingkungan yang tidak baik. Terutama bagi penderita penyakit asma, mereka benar-benar perlu memperhatikan lingkungan kerjanya. Jangan sampai penyakit asma jadi lebih parah karena efek pekerjaan.

Kesehatan paru-paru dapat terkena dampak negatif dari polutan seperti bahan kimia, kuman, asap tembakau, kotoran, serat, debu, dan lainnya. Hal-hal yang sering tidak dianggap berbahaya bagi kesehatan, pada kenyataannya berbahaya. Bahkan dapat mengganggu jalan napas dan merusak paru-paru.

Paparan kerja ini dapat menyebabkan jaringan parut atau fibrosis, asma, PPOK, dan infeksi atau kanker. Penelitian mengungkap kebanyakan orang tidak menyadari jika pekerjaannya tidak aman untuk kesehatan.

Apakah Anda termasuk orang yang tidak sadar tersebut? Berikut pekerjaan yang dapat membahayakan kesehatan paru–paru, dilansir dari Boldsky, Ahad (23/6).

Asisten  rumah tangga dan petugas kebersihan

Peralatan dan bahan–bahan kebersihan sebagian berasal dari bahan–bahan kimia berbahaya yang reaktif dan memicu asma. Zat kimia dalam pembersih ini reaktif dan dapat bereaksi buruk dengan jaringan paru-paru. Sedangkan, pembersih yang berbahan organik pun tidak lebih baik karena melepaskan senyawa organik yang mudah menguap dan dapat menyebabkan masalah pernapasan kronis dan reaksi alergi.

Bartender dan pramusaji

Bekerja di ruang yang penuh dengan asap sangat berbahaya bagi paru–paru. Asap dari rokok adalah penyebab utama kanker paru-paru.

Penata kecantikan rambut

Penggunaan bahan kimia secara konstan untuk pewarnaan rambut dan penataan rambut sangat berbahaya bagi organ pernapasan dan memicu asama. Banyak produk pelurus rambut mengandung formaldehyde, karsinogen yang dikenal yang merupakan penyebab utama kanker paru-paru dan iritasi.

Perawat kesehatan

Dokter, perawat dan individu lain yang bekerja dalam sistem perawatan kesehatan seperti rumah sakit, kantor medis, atau panti jompo semakin rentan terhadap ancaman penyakit paru-paru. Menggunakan sarung tangan yang mengandung lateks dapat menyebabkan asma pada beberapa orang. Tuberkulosis, influenza, dan sindrom pernapasan akut yang parah (SARS) adalah beberapa kelainan paru-paru yang umum ditemukan pada individu yang bekerja di bidang perawatan kesehatan.

Konstruksi

Pekerja konstruksi semakin rentan terhadap penyakit paru-paru. Mereka terpapar asbes dan serat mikroskopis lainnya yang dapat meningkatkan risiko mesothelioma (kanker) dan kanker paru-paru sel kecil. Partikel-partikel ini juga dapat menyebabkan asbestosis atau jaringan parut pada paru-paru.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA