Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Biaya Kuliah di Universitas Indonesia

Sabtu 22 Jun 2019 14:58 WIB

Rep: cermati/ Red:

Biaya Kuliah di Universitas Indonesia

Biaya Kuliah di Universitas Indonesia

Hanya 5 persen dari pendaftar yang diterima di Universitas Indonesia setiap tahun.

Universitas Indonesia atau UI merupakan salah satu kampus top di Indonesia. Bahkan masuk dalam jajaran Universitas Terbaik Dunia (World University Rankings) 2019 versi Times Higher Educations (THE). UI selalu menjadi incaran para lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. 

Ketika ingin meneruskan studi, calon mahasiswa kerap menemui kendala mahalnya biaya pendidikan di kampus jebolan para menteri tersebut. Banyak dari mereka yang jiper duluan sebelum mendaftar ketika membayangkan jumlah duit yang harus disiapkan untuk kuliah di UI. 

Sebetulnya berapa sih biaya kuliah di UI? Simak ulasannya berikut ini. 

Baca Juga: Menghitung Biaya Sekolah Anak dan Pilih Tabungan Pendidikan yang Tepat

 

Mengenal Jalur Masuk UI

 

 

 

 

 

View this post on Instagram

A post shared by Universitas Indonesia (@univ_indonesia) on

Dikutip dari website resmi UI, tingkat kesulitan untuk memasuki kampus UI sangat tinggi. Di mana hanya 5% dari pendaftar yang diterima setiap tahun. Bagi para lulusan SMA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan Program Sarjana (S1) ke UI dapat memilih 2 kategori jalur masuk berikut ini:

1. Melalui Jalur Undangan

Jalur masuk UI di kategori ini ada 4 cara, antara lain:

  • Jalur Undangan

    Seleksi masuk berdasar nilai rapor dengan memperhitungkan indeks prestasi sekolah, serta menyesuaikan dengan daya tampung yang ada. Hanya berlaku bagi siswa yang akan lulus pada tahun yang sama saat mendaftar.

  • SNMPTN

    Yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Gerbang masuk program S1 Reguler. Pendaftar dapat memilih beberapa program pendidikan yang ada di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Siswa yang tidak dapat mengikuti SNMPTN, masih berkesempatan mendaftar S1 Reguler melalui SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan SIMAK (Seleksi Masuk) UI.

  • PPKB

    Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB), yakni jalur undangan untuk program pendidikan Vokasi dan S1 Paralel. Hanya sekolah yang mendapat undangan dari UI, yang dapat mendaftarkan siswanya di program ini.

  • Talentscouting

    Jalur undangan untuk program pendidikan S1 Kelas Internasional. Siswa yang tidak dapat mengikuti Talentscouting, masih berkesempatan mendaftar S1 Kelas Internasional melalui ujian tulis SIMAK UI-Kelas Internasional.

2. Melalui Jalur Ujian Tulis

Gerbang masuk UI lewat ujian tertulis mempunyai porsi paling banyak. Jalur masuk tersebut boleh diikuti siapa saja tanpa batasan tahun lulus dengan mengikuti ketentuan masing-masing program pendidikan yang terdiri dari:

  • SBMPTN

    Jalur ujian tulis yang diselenggarakan oleh panitia nasional SBMPTN. Jalur tulis ini diperuntukkan program pendidikan S1 Reguler.

  • SIMAK

    Jalur ujian tulis yang diselenggarakan UI. Jalur tulis ini diperuntukkan program pendidikan S1 Reguler, S1 Paralel, dan Vokasi. Batasan tahun lulus berlaku untuk pendaftar S1 Reguler. Sedangkan untuk S1 Paralel dan Vokasi tidak ada batasan tahun lulus.

  • SIMAK-Kelas Internasional

    Jalur tulis yang diselenggarakan oleh UI untuk program pendidikan S1 Kelas Internasional. Tidak ada batasan tahun lulus untuk mendaftar program ini. Materi ujian dalam bahasa Inggris.

Biaya Kuliah di UI Terbaru

Biaya Pendidikan

Ilustrasi Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan di UI dikenal dengan Biaya Pendidikan Berkeadilan. Biaya pendidikan ini diatur dalam Peraturan Rektor UI. Biaya Pendidikan Berkeadilan hanya berlaku untuk program Sarjana Reguler. Program pendidikan lain (Vokasi, Sarjana Paralel, Sarjana Ekstensi, Sarjana Kelas Internasional maupun Pascasarjana) tidak berhak atas skema Biaya Pendidikan Berkeadilan.

Uang kuliah dibayarkan per semester atau 6 bulan sekali sesuai program studi masing-masing. Adapun Biaya Operasional Pendidikan (BOP) atau uang kuliah di UI dapat dilihat lebih detail di http://www.ui.ac.id/pengantar-pendaftaran/biaya-pendidikan.html. Jika kurang jelas, kamu bisa menghubungi humas-ui@ui.ac.id.

Baca Juga: Tabungan Pendidikan VS Asuransi Pendidikan, Mana yang Lebih Unggul?

1. Program Sarjana Reguler

Tarif UKT (Uang Kuliah Tunggal) untuk mekanisme BOP-Berkeadilan (dalam Rp):

uang kuliah

Tarif UKT untuk mekanisme BOP-Pilihan (dalam Rp):

uang kuliah

2. Program Vokasi

uang kuliah 

3. Program Sarjana Paralel

uang kuliah

uang kuliah

uang kuliah

uang kuliah

uang kuliah

4. Program Sarjana Ekstensi

 uang kuliah

5. Program Sarjana Kelas Internasional

 uang kuliah

uang kuliah

Selanjutnya untuk biaya kuliah Program Profesi, Spesialis, Magister, Doktoral, dan biaya registrasi status kuliah di luar negeri, kamu bisa http://www.ui.ac.id/pengantar-pendaftaran/biaya-pendidikan.html. 

Bagaimana Cara Mengajukan BOP-Berkeadilan?

Setelah kamu dinyatakan diterima di UI, pastikan kamu membuka akun pendaftaran di www.penerimaan.ui.ac.id pada hari pertama pengumuman untuk memudahkan proses pendaftaran dan menghindari antrean panjang. Perhatikan dan baca baik-baik setiap penjelasan dan instruksi di website tersebut.

Ada 3 program pendidikan di UI yang bisa dipilih, yaitu:

  • Program Sarjana Reguler
  • Program Sarjana Paralel
  • Program Vokasi

Untuk sistem pembayaran, UI memiliki 3 pilihan mekanisme pembayaran, yaitu pilihan membayar penuh, membayar dengan cicilan, dan BOP-B (Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan). BOP-B merupakan suatu mekanisme untuk program S1 Reguler yang memungkinkan mahasiswa membayar uang perkuliahan sesuai dengan kemampuan keluarganya masing-masing. 

BOP-Berkeadilan hanya dapat diajukan di awal masuk saat menjadi mahasiswa baru S1 Reguler UI. Ajukan BOP-B di awal untuk menyesuaikan besaran biaya kuliah sesuai dengan kemampuan orang tua atau penanggung biaya. Tata cara untuk mengajukan BOP-B pun cukup mudah, kamu dapat mengakses http://humas.ui.ac.id/node/7610.

Untuk mendapatkan skema BOP-B dibutuhkan data pendukung yang menjadi pertimbangan penetapan dengan mengisi formulir pengajuan BOP-B yang disertai berkas, antara lain:

1. Surat keterangan dari lingkungan tempat tinggal

2. Bukti penghasilan per bulan atau per tahun

2. Bukti pengeluaran per bulan atau per tahun

Komponen Biaya Program Sarjana Reguler

Kuliah

Gedung Kampus UI, Depok

Komponen biaya Program Sarjana Reguler terdiri atas BOP dan uang pangkal. BOP merupakan komponen biaya atau dana untuk keperluan operasional penyelenggaraan kegiatan pendidikan periode semester atau term berjalan. Sedangkan Program Sarjana Paralel dan Program Vokasi, komponen biaya kuliah, terdiri dari BOP dan dana pengembangan dengan jumlah lebih besar dari program Sarjana Reguler.

Jumlah biaya kuliah program S1 Reguler bisa lebih murah karena:

  • Uang pangkal di Program S1 Reguler ditanggung pemerintah yang dibebankan pada anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Sedangkan dana pengembangan Program Vokasi dan Paralel dibebankan kepada mahasiswa dengan tujuan subsidi silang untuk program Sarjana Reguler.
  • Mahasiswa program pendidikan S1 Reguler dari berbagai jalur masuk (SIMAK, SNMPTN dan SBMPTN) memiliki kesempatan untuk memilih skema BOP-B. 

Menabung Biaya Kuliah

Meski kuliah di perguruan tinggi negeri, tetap saja kan butuh uang puluhan juta rupiah. Belum lagi keperluan kuliah anak yang juga besar. Kalau kamu atau para orangtua tidak merencanakan biaya pendidikan anak sejak dini, bisa-bisa pusing 7 keliling membayarnya. Minimal harus punya tabungan pendidikan untuk jangka menengah dan panjang. Ingat, pendidikan adalah investasi penting untuk masa depan.

Baca Juga: Biaya Kuliah Mahal? Ini 7 Cara Mencari Dananya

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA