Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Tiap Dua Jam Anak di AS Ada yang Masuk UGD, Apa Sebabnya?

Selasa 18 Jun 2019 10:08 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Reiny Dwinanda

Cat kuku spray

Cat kuku spray

Foto: Today
Anak-anak di AS banyak yang cedera akibat produk perawatan orang dewasa.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Setiap rumah ternyata menyimpan produk berbahaya yang tergeletak di meja rias, kamar mandi, hingga kamar tidur. Produk perawatan pribadi seperti sampo, pelembap, kosmetik wajah, cat kuku, dan parfum sepertinya aman untuk diaplikasikan ke tubuh orang dewasa, namun tidak demikian ketika itu ada di tangan anak-anak.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Pusat Penelitian dan Kebijakan Cedera di Rumah Sakit Anak Seluruh Amerika Serikat menemukan 64.686 anak-anak di bawah usia lima tahun dirawat di Unit Gawat Darurat akibat cedera yang berkaitan dengan produk perawatan pribadi sepanjang tahun 2002 hingga 2016. Angka tersebut setara dengan sekitar satu anak yang cedera setiap dua jam dalam satu hari.

"Ketika Anda coba memahami apa yang ada di benak anak-anak ketika mereka melihat produk-produk ini, Anda akan memahami bagaimana cedera ini dapat terjadi," kata rekan penulis studi ini dan rekan peneliti senior di Pusat Penelitian dan Kebijakan Cedera di Rumah Sakit Anak Seluruh Amerika Serikat, Rebecca McAdams, dikutip dari ScienceDaily, Selasa (18/6).

Penelitian yang dipublikasikan di Clinical Pediatrics itu menemukan, sebagian besar cedera dari produk ini terjadi ketika seorang anak menelan produk dengan angka 75,7 persen. Sedangkan 19,3 persen terkena masalah karena kontak langsung antara produk dengan kulit atau mata anak. Konsumsi dan paparan ini paling sering menyebabkan keracunan dengan 86,2 persen atau 13,8 persen luka bakar kimia.

"Anak-anak seusia ini tidak bisa membaca, jadi mereka tidak tahu benda apa yang mereka lihat. Mereka melihat botol dengan label warna-warni yang terlihat atau berbau seperti sesuatu yang mereka boleh makan atau minum, jadi mereka mencoba membukanya dan mengambil botol itu lalu menelan isinya yang ternyata merupakan cat kuku," ujar McAdams.

Tiga kategori produk teratas yang menyebabkan cedera adalah produk perawatan kuku (28,3 persen), produk perawatan rambut (27 persen), dan produk perawatan kulit sebanyak (25 persen), dan produk pewangi (12,7 persen).

Penghilang cat kuku adalah produk individu yang menyebabkan jumlah kunjungan terbanyak ke ruang gawat darurat dengan 17,3 persen dari semua cedera. Dari cedera yang lebih serius yang memerlukan rawat inap, lebih dari setengahnya berasal dari produk perawatan rambut, yakni sebanyak 52,4 persen.

"Anak-anak menonton orang tua mereka menggunakan barang-barang ini dan mungkin mencoba meniru perilakunya. Produk ini sering disimpan di tempat yang mudah dijangkau dan biasanya tersimpan dalam wadah yang mudah dibuka oleh anak, sehingga mudah bagi anak-anak untuk mengakses dan membuka botolnya," kata McAdams.

Produk-produk tersebut saat ini belum diharuskan untuk memiliki kemasan yang tahan dari penggunaan anak. Sebab itu, penting bagi orang tua untuk segera menyimpannya setelah digunakan dan menyimpannya di tempat yang jauh dari jangkauan anak,

"Langkah-langkah sederhana ini dapat mencegah banyak cedera dan perjalanan ke unit gawat darurat," kata McAdams

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA