Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Serial HBO Tingkatkan Minat Tur Wisata Ke Chernobyl

Jumat 14 Jun 2019 14:44 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari

Pengunjung berfoto dekat bus yang ditinggalkan begitu saja setelah insiden nuklir Chernobyl di Rusia.

Pengunjung berfoto dekat bus yang ditinggalkan begitu saja setelah insiden nuklir Chernobyl di Rusia.

Foto: EPA
Tur wisata satu hari di Chernobyl dibanderol dari mulai dari Rp 1,3 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecelakaan reaktor nuklir yang terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl pada 1986 lalu merupakan kecelakaan reaktor nuklir terburuk di dunia. Risiko paparan radiasi membuat area di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl ditutup.

Kini, tur wisata untuk mengunjungi area Chernobyl bisa dilakukan. Minat turis yang ingin datang berkunjung dan berwisata di area tersebut pun semakin tinggi.

Peningkatan minat wisata ke area Chernobyl di Ukraina ini tampaknya berkaitan dengan popularitas miniseri Chernobyl dari HBO. Tur wisata ke area Chernobyl bisa diakses turis melalui perusahaan-perusahaan tur seperti Chernobyl Tour, SoloEast dan Chernobyl Welcome.

Turis yang bertandang ke area Chernobyl tidak pwrlu menggunakan baju hazmat khusus. Alasannya, tur Chernobyl yang disediakan untuk para turis tidak akan mendekati area-area yang sangat terkontaminasi.

Meski hanya mengunjungi area yang relatif aman, area-area ini tetap memiliki tingkat radiasi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan normal. Karena itu, turis yang hendak berwisata ke Chernobyl harus mematuhi beberapa aturan.

Menurut LifeScience, turis tidak diperbolehkan menyentuh hampir semua objek yang ada ketika berwisata di Chernobyl. Penting bagi turis untuk tidak menyentuh struktur bangunan, pembangkit listrik bahkan tanah.

Turis dilarang untuk duduk di tanah atau lantai ketika sedang berwisata di Chernobyl. Turis bahkan tidak diperkenankan untuk menaruh barang bawaan mereka di tanah maupun membawa pulang 'cindera mata' yang diambil diam-diam dari Chernobyl.

Sebagian besar tur wisata Chernobyl akan meminra para turis untuk mematuhi aturan berpakaian. Misalnya, menggunakan pakaian lengan panjang, celana panjang dan alas kaki atau sepatu yang tertutup penuh. Meski aturan-aturan ini tampak ketat, area Chernobyl saat ini sudah relatif lebih aman dibandingkan perkiraan banyak orang.

Setiap tur Chernobyl harus melalui zona pemindaian terlebih dahulu untuk mengukur semua paparan yang ada. Terlepas dari itu, pihak Chernobyl Tour mengatakab total dosis radiasi eksternal yang didapatkan turis selama 10 jam berwisata di zona Chernobyl cenderung beberapa kali lipat lebih kecil dibandingkan paparan radiasi yang diterima penumpang pesawat dalam penerbangan transatlantik.

Sebagai perbandingan, manusia rata-rata mendapatkan paparan radiasi sebesar 3 millisieverts (mSv) per tahun. Dosis radiasi pada penerbangan komersil adalah sekitar 0,003 mSv per jam. Seperti dilansir Travel and Leisure, penerbangan komersil selama delapan jam hanya memberi paparan sebesar 0,024 mSv. Jumlah ini bisa dikatakan relatif kecil.

Terkait tur Chernobyl, turis dapat memiluh tur satu hari maupun tur beberapa hari. Biasanya kelompok tur Chernobyl akan berangkat dari Ibu Kota Ukraina yaitu Kiev.

Sebagian besar tur satu hari dibanderol dengan harga antara 90-100 dolar Amerika atau sekitar Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta. Terkadang biaya ini sudah termasuk makan siang dan asuransi.

Tur wisata ke Chernobyl tidak hanya melakukan eksplorasi ke situs-situs bersejarah saja. Tur wisata ini juga menyoroti aspek-aspek menarik lain, seperti taman hiburan terbengkalai di Pripyat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA